Bangun Desa Berbasis Inovasi: Ung Dan Desa Tinelo Perkuat Kolaborasi Melalui Program Kkn
Gorontalo-Pemerintah Desa Tinelo, Kecamatan Tilango, menyambut kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Sabtu (12/7/26). Kehadiran mahasiswa KKN menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendorong pembangunan desa berbasis inovasi.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tinelo, Melis H. Ali, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan desa.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa dan mahasiswa diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan serta solusi kreatif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tahun ini, fokus kolaborasi antara desa dan mahasiswa diarahkan pada penguatan digitalisasi serta penanganan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat, salah satunya pengelolaan sampah,” ujar Melis.
Ia menjelaskan, persoalan pembuangan sampah sembarangan masih menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Pemerintah Desa Tinelo. Karena itu, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membawa perspektif baru dan inovasi yang dapat mendukung upaya desa dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
Selain persoalan lingkungan, penguatan digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam kolaborasi tersebut. Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan kompetensi dan pengetahuan yang dimiliki untuk membantu masyarakat maupun pemerintah desa menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan era digital.
Melis juga berpesan kepada mahasiswa agar dapat segera beradaptasi dengan karakteristik masyarakat, menjaga nama baik almamater, serta membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah desa maupun warga.
“KKN ini adalah kesempatan belajar bagi kalian, namun juga peluang bagi desa untuk mendapatkan manfaat nyata. Laksanakan program kerja dengan penuh tanggung jawab, jangan hanya sekadar menggugurkan kewajiban akademik,” tegasnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Zainundin Sidik, menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai penghubung antara pengetahuan dari perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
Mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi sosial dan ekonomi yang dapat dikembangkan untuk mendukung kemajuan Desa Tinelo.
“Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program yang sudah direncanakan, tetapi juga mampu membaca kebutuhan dan potensi yang ada di masyarakat sehingga program KKN benar-benar memberikan dampak,” ungkapnya.
Kolaborasi antara UNG dan Pemerintah Desa Tinelo melalui program KKN ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempercepat transformasi desa melalui pendekatan inovatif, baik dalam bidang digitalisasi maupun pengelolaan lingkungan.
Dengan sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, program KKN di Desa Tinelo diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan selama masa pengabdian, tetapi mampu melahirkan gagasan dan praktik yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.

