Implementasi Kerja Sama Ung Dan Basarnas Gorontalo: Perkuat Kompetensi Tanggap Darurat Di Ketinggian
Gorontalo-Sebagai bentuk implementasi kerja sama antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Provinsi Gorontalo, Peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG melaksanakan kegiatan Manajemen Tanggap Darurat melalui Bimbingan Teknis Pertolongan di Ketinggian, Selasa (2/6/26).
Kegiatan yang berlangsung pada 2-5 Juni 2026 ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan lembaga profesional dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya mahasiswa K3, dalam menghadapi situasi darurat yang memerlukan keterampilan penyelamatan di ketinggian.
Melalui bimbingan teknis tersebut, mahasiswa memperoleh pembekalan mengenai konsep dasar manajemen tanggap darurat, identifikasi potensi bahaya, prosedur keselamatan kerja di ketinggian, penggunaan peralatan penyelamatan, hingga praktik dan simulasi pertolongan korban. Keterlibatan instruktur dari Basarnas Provinsi Gorontalo memberikan pengalaman langsung kepada peserta terkait standar operasional dan teknik penyelamatan yang diterapkan dalam penanganan keadaan darurat.
Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG, Tri Septian Maksum, S.KM., M.Kes., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mengimplementasikan kerja sama yang telah terjalin dengan Basarnas Gorontalo untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa.
“Bimbingan teknis pertolongan di ketinggian ini menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama antara UNG dan Basarnas Provinsi Gorontalo dalam mendukung penguatan kompetensi mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman teoritis terkait keselamatan dan kesehatan kerja, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengasah keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat,” ujar Tri Septian.
Menurutnya, kompetensi tanggap darurat merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki calon tenaga K3. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Basarnas menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat belajar langsung dari para praktisi yang memiliki pengalaman di lapangan. Pengalaman tersebut sangat berharga dalam membentuk kemampuan analisis risiko, kesiapsiagaan, pengambilan keputusan yang cepat, serta keterampilan penyelamatan yang profesional,” tambahnya.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian materi dan praktik secara langsung di bawah pendampingan instruktur Basarnas Provinsi Gorontalo. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama tim, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap aspek keselamatan.
Melalui implementasi kerja sama ini, UNG dan Basarnas Provinsi Gorontalo menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan kompetensi generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya UNG dalam menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada penguatan keterampilan praktis, kesiapan kerja, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

