Berita

Blog Image

Model Implementasi Kerja Sama Pengabdian Dalam Pengelolaan Limbah Pertanian Sebagai Sumber Energi Terbarukan Untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Bululi

Gorontalo - Model implementasi kerja sama pengabdian ini dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan unsur masyarakat Desa Bululi. Kegiatan diawali dengan tahap sosialisasi, edukasi, dan pelatihan yang melibatkan 25 peserta aktif dari kelompok tani dan pemuda desa sebagai mitra utama dalam pengelolaan limbah pertanian berbasis energi terbarukan.

Hasil evaluasi awal (pre-test) menunjukkan bahwa hanya 24% peserta yang memahami konsep dasar energi terbarukan. Setelah pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan berbasis praktik langsung, persentase pemahaman meningkat signifikan menjadi 76% pada post-test. Capaian ini menunjukkan bahwa model implementasi kerja sama yang menekankan edukasi partisipatif dan praktik aplikatif efektif dalam meningkatkan literasi energi masyarakat.

Sebagai bentuk implementasi teknis, pelatihan difokuskan pada pengolahan limbah tongkol jagung dan sekam padi menjadi biobriket sebagai sumber energi alternatif rumah tangga. Proses pembuatan dilakukan secara sistematis melalui tahapan penggilingan bahan baku hingga ukuran ±2–3 mm, pencampuran dengan perekat alami (larutan tepung tapioka), pencetakan menggunakan alat press manual berdiameter 3–4 cm, serta pengeringan selama 2–3 hari di bawah sinar matahari hingga kadar air menurun dan briket siap digunakan.

Hasil uji coba menunjukkan biobriket mampu menyala stabil lebih dari 15 menit, cukup untuk kebutuhan memasak sederhana. Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan aspek teknis berjalan optimal, tetapi juga mendorong inisiatif replikasi mandiri oleh masyarakat, seperti pembuatan alat cetak berbasis pipa paralon dan besi bekas. Hal ini menegaskan bahwa model kerja sama pengabdian tidak berhenti pada transfer teknologi, tetapi berkembang menjadi penguatan kapasitas dan kemandirian lokal.

Selain pengolahan biomassa, implementasi kerja sama juga mencakup pelatihan perakitan sistem panel surya sederhana menggunakan panel 10 Wp, charge controller, baterai, dan lampu LED. Simulasi menunjukkan sistem mampu menyediakan penerangan hingga 2 jam pada malam hari. Kegiatan ini memperluas pemahaman masyarakat mengenai diversifikasi energi terbarukan berbasis potensi lokal.

Sebagai bagian dari penguatan hubungan kemitraan, kegiatan sosial dan edukatif turut dilaksanakan, termasuk edukasi di sekolah dalam rangka peningkatan literasi energi sejak usia dini serta pengenalan Program Studi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan. Pendekatan ini memperkuat jejaring kolaborasi akademik sekaligus membangun kesadaran jangka panjang mengenai pentingnya transisi energi.

Secara keseluruhan, model implementasi kerja sama pengabdian ini tidak hanya menghasilkan luaran teknis berupa produk biobriket dan sistem panel surya sederhana, tetapi juga mendorong terbentuknya kesadaran kolektif masyarakat terhadap pengelolaan limbah pertanian yang bernilai tambah, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kemandirian energi desa. Model ini menunjukkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dapat menjadi strategi efektif dalam mewujudkan pemberdayaan berbasis potensi lokal dan energi terbarukan.

Sumber: https://jurnalvokasi.ung.ac.id/jat/index.php/jat/article/view/100