Peran Strategis Warek Iv Ung Dalam Penguatan Kerja Sama Untuk Mendorong Feb Sebagai Motor Kampus Berdampak
Gorontalo- Rapat Kerja Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjadi momentum penting dalam memperkuat arah pengembangan fakultas berbasis kemitraan dan kolaborasi strategis. Kegiatan ini tidak hanya membahas program kerja tahunan, tetapi juga menegaskan komitmen institusi dalam mengimplementasikan kerja sama sebagai instrumen utama mewujudkan Kampus Berdampak (10/2/2026).
Wakil Rektor IV UNG Bidang Kerja Sama, Perencanaan, dan Sistem Informasi, Dr. Harto S. Malik, M.Hum., dalam arahannya menekankan bahwa penguatan kerja sama harus menjadi fondasi dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program di tingkat fakultas. Menurutnya, kerja sama tidak cukup dimaknai sebagai penandatanganan dokumen, tetapi harus diwujudkan dalam program nyata yang memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara terukur.
Dr. Harto menyampaikan bahwa FEB UNG memiliki posisi strategis dalam mendukung visi Kampus Berdampak karena karakter keilmuannya yang bersentuhan langsung dengan dinamika pembangunan daerah. Oleh sebab itu, FEB didorong untuk membangun dan mengoptimalkan kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), lembaga keuangan, serta pelaku UMKM. Melalui kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan, fakultas dapat menghadirkan solusi akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks pendidikan, penguatan kerja sama diarahkan untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Program magang kolaboratif, praktisi mengajar, riset bersama, hingga dukungan beasiswa dari mitra menjadi bentuk implementasi nyata yang mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan kerja lulusan sekaligus memperkuat daya saing mereka di tingkat regional maupun nasional.
Pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Warek IV UNG mendorong agar hasil riset dosen dan mahasiswa tidak berhenti pada publikasi, tetapi berorientasi pada hilirisasi dan pemanfaatan langsung oleh mitra. Sinergi dengan UMKM dan sektor industri lokal dinilai penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi berbasis pengetahuan serta mendorong inovasi yang aplikatif.
Selain itu, penguatan kerja sama juga mencakup dukungan terhadap isu keberlanjutan. FEB UNG didorong mengembangkan kolaborasi dalam kajian ekonomi hijau, tata kelola bisnis berkelanjutan, serta pengelolaan sumber daya yang efisien. Dengan pendekatan lintas sektor, kampus dapat berperan aktif dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
Melalui rapat kerja ini, Dr. Harto S. Malik mengajak seluruh sivitas akademika FEB UNG untuk membangun budaya kolaboratif yang adaptif dan berorientasi hasil. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Kampus Berdampak sangat ditentukan oleh konsistensi dalam mengimplementasikan kerja sama secara sistematis dan terukur. Dengan sinergi yang kuat, FEB UNG diharapkan tampil sebagai motor penggerak kampus yang unggul dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan masyarakat.

