Implementasi Kerja Sama Internasional: Dua Dosen Agribisnis Ung Jadi Pembicara Di The 12Th International Flora Malesiana Symposium Dan Nbcs
Gorontalo - Implementasi kerja sama internasional kembali diwujudkan oleh Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui partisipasi dua dosennya sebagai pembicara dalam ajang bergengsi The 12th International Flora Malesiana Symposium dan International Nature-Based Solutions Conference. Kegiatan internasional tersebut berlangsung pada 9–14 Februari 2026 di Manokwari, Provinsi Papua Barat.
Kehadiran dosen UNG dalam forum yang diikuti sekitar 300 peserta, termasuk 53 delegasi dari 16 negara, menjadi bentuk konkret penguatan jejaring akademik global sekaligus implementasi kolaborasi riset dan pertukaran gagasan di bidang biodiversitas dan solusi berbasis alam (nature-based solutions).
Dari Gorontalo, Dr. Zulham Sirajuddin membawakan materi berjudul “Leveraging Biodiversity Indicators for Sustainable Environmental Management in Gorontalo Province”. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya integrasi indikator biodiversitas sebagai dasar pengelolaan lingkungan dan pembangunan berbasis pertanian. Menurutnya, data biodiversitas bukan sekadar informasi ilmiah, melainkan instrumen strategis untuk merancang kebijakan yang menjaga keseimbangan ekologi sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat. Gagasan tersebut membuka ruang kolaborasi lintas negara dalam pengembangan sistem pengelolaan lingkungan berbasis data.
Sementara itu, Karlena Arsyad menyampaikan materi berjudul “From Customary Practice to Policy Blueprint: Lessons from Ilengi Agroforestry in Gorontalo for Designing Participatory Nature-based Solutions”. Ia mengangkat praktik agroforestry tradisional khas Gorontalo, “Ilengi”, sebagai contoh nyata solusi berbasis alam yang tumbuh dari kearifan lokal. Karlena menegaskan bahwa praktik Ilengi dapat menjadi blueprint kebijakan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan sumber daya alam. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sosial dan ekologis.
Partisipasi ini menegaskan komitmen UNG dalam mengimplementasikan kerja sama internasional melalui kontribusi ilmiah yang relevan dengan tantangan global, khususnya perubahan iklim dan pelestarian keanekaragaman hayati. Selain memperluas jejaring akademik, keterlibatan tersebut memperkuat posisi Gorontalo dan Indonesia dalam diskursus global mengenai pengelolaan biodiversitas dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui forum ini, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat ditekankan sebagai kunci keberhasilan implementasi nature-based solutions di tingkat lokal maupun internasional. Jurusan Agribisnis UNG pun kembali menegaskan peran strategisnya dalam membangun masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan melalui kemitraan global yang berkelanjutan.

