Berita

Blog Image

Ung Perkuat Kolaborasi Global Lewat Peluncuran Aplikasi “Hello Stroke” Bersama Ui, Unsrat, Dan Monash University Australia

Gorontalo-Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi global di bidang kesehatan melalui peluncuran aplikasi inovatif “HELLO STROKE”. Peluncuran yang dirangkaikan dengan kegiatan edukasi dan sosialisasi aplikasi, Senin, (18/5/26).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi kerja sama internasional antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Indonesia (UI), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), dan Monash University Australia dalam menghadirkan solusi kesehatan berbasis teknologi untuk masyarakat.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto S. Malik, M.Hum., yang hadir mewakili Rektor UNG. Turut mendampingi Dekan Fakultas Kedokteran UNG, Dr. dr. Cecy Wolok Karim, Sp.GK., serta dihadiri jajaran pimpinan universitas dan mitra kolaborasi.

Dalam sambutannya, Dr. Harto S. Malik menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kolaborasi lintas perguruan tinggi nasional dan internasional tersebut. Menurutnya, peluncuran aplikasi “HELLO STROKE” menjadi bagian penting dari implementasi visi “UNG Berdampak” yang diwujudkan melalui riset kolaboratif dan inovasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Aplikasi “HELLO STROKE” sendiri merupakan hasil kerja sama riset yang telah dirancang sejak tahun 2024 dan dikembangkan secara intensif selama dua tahun oleh UNG bersama UI, Unsrat, dan Monash University Australia.

Pengembangan aplikasi dilatarbelakangi tingginya angka kasus stroke di Provinsi Gorontalo yang saat ini masuk dalam 10 besar provinsi dengan prevalensi stroke tertinggi di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong para peneliti menghadirkan platform digital yang mampu menjadi media edukasi, konsultasi, serta penghubung layanan kesehatan bagi masyarakat.

Peneliti utama dari UNG, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N., menjelaskan bahwa aplikasi “HELLO STROKE” dikembangkan menggunakan pendekatan co-design dengan melibatkan langsung berbagai unsur masyarakat.

“Proses penyusunan aplikasi melibatkan penyintas stroke, keluarga pendamping, tenaga kesehatan, hingga komunitas seperti Yastroki dan PPDI Gorontalo. Jadi aplikasi ini benar-benar dibangun berdasarkan kebutuhan nyata pengguna,” jelasnya.

Penyusunan aplikasi dilakukan melalui tiga rangkaian workshop yang berlangsung pada Januari 2025, Oktober 2025, dan Januari 2026. Bahkan, nama “HELLO STROKE” merupakan usulan langsung dari masyarakat Gorontalo sebagai simbol pendekatan yang lebih ramah dan suportif terhadap penyintas stroke.

Aplikasi berbasis web ini dirancang agar mudah diakses masyarakat tanpa perlu mengunduh aplikasi melalui toko digital. Pengguna cukup mengakses laman melalui mesin pencarian Google untuk memperoleh berbagai layanan yang tersedia.

Beberapa fitur utama yang dihadirkan antara lain konten edukasi mengenai pencegahan dan penanganan stroke, layanan konsultasi bersama dokter ahli, hingga konektivitas dengan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit di Kota Gorontalo.

Perwakilan Monash University Australia, Prof. Narelle Warren, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap semangat kolaborasi seluruh pihak di Gorontalo dalam mendukung pengembangan aplikasi kesehatan berbasis masyarakat.

Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi berbagai pihak, kegiatan turut dirangkaikan dengan penyerahan apresiasi kepada instansi kesehatan, dinas terkait, dan komunitas pendamping yang terlibat aktif sejak awal proses pengembangan aplikasi.

Ke depan, tim peneliti lintas universitas telah menyiapkan skema pemeliharaan aplikasi selama tiga tahun mendatang. Data penggunaan aplikasi nantinya akan dihimpun dan dilaporkan secara berkala kepada Kementerian Kesehatan RI sebagai bagian dari upaya pengembangan dan replikasi implementasi “HELLO STROKE” di berbagai daerah lain di Indonesia.