Kkn Kolaboratif Ung-Ugm Jadi Motor Pengembangan Potensi Wisata Berbasis Masyarakat Di Botutonuo
Gorontalo-Pemerintah Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, secara resmi menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif UNG-UGM, Sabtu (20/6/26). Kehadiran mahasiswa KKN ini menjadi bagian dari implementasi kerja sama antarkedua perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat di kawasan pesisir Teluk Tomini.
Penerimaan mahasiswa berlangsung di Desa Botutonuo dan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta mahasiswa peserta KKN Kolaboratif UNG–UGM yang akan melaksanakan program pengabdian selama 45 hari.
Tim DPL KKN Kolaboratif terdiri atas Ervan Hasan Harun selaku ketua, didampingi Obhin Pakaya dan Jumiati Ilham. Melalui program ini, mahasiswa akan mengimplementasikan berbagai kegiatan yang mendukung penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi wisata desa secara berkelanjutan. Adapun tema yang diusung adalah Pengembangan Desa Wisata Mandiri Energi Berbasis Tenaga Surya untuk Mendukung Sport Tourism Berkelanjutan dan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal di Desa Botutonuo.
Kepala Desa Botutonuo, Nuzzul Abdul Radjak, menyampaikan apresiasi dan menyambut baik pelaksanaan KKN Kolaboratif tersebut. Menurutnya, program ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat peran masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata desa yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan Botutonuo.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Kolaboratif UNG dan UGM. Semoga berbagai program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pengembangan Desa Botutonuo sebagai destinasi wisata yang semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPL KKN Kolaboratif, Ervan Hasan Harun, menjelaskan bahwa program yang akan dijalankan dirancang untuk menjadikan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengembangan wisata desa. Berbagai kegiatan akan difokuskan pada penguatan sport tourism, pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, pemasaran digital destinasi wisata, serta pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi ramah lingkungan yang mendukung aktivitas pariwisata.
“Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya melakukan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi fasilitator dalam mendorong lahirnya inovasi dan pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan nilai tambah sektor wisata desa,” jelas Ervan.
KKN Kolaboratif UNG-UGM diharapkan dapat menjadi motor penggerak pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat di Desa Botutonuo melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Selain menghasilkan berbagai program pemberdayaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata pesisir Botutonuo, meningkatkan ekonomi masyarakat, serta mendukung pembangunan kawasan Teluk Tomini yang berkelanjutan melalui pemanfaatan energi terbarukan dan penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

