Berita

Blog Image

Wujud Kerja Sama Ung, Program Vokasi Lakukan Pendampingan Dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui Program Air-Mbr Di Kelurahan Bugis

Gorontalo- Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui Program Vokasi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ketangguhan masyarakat di Kelurahan Bugis, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pendampingan dan peningkatan kapasitas masyarakat melalui Program AIR-MBR (Awasi, Identifikasi, dan Respon - Mitigasi Bencana dan Resiliensi), sebagai wujud nyata kerja sama antara UNG dan masyarakat setempat.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana serta mendorong partisipasi aktif mereka dalam kegiatan mitigasi bencana. Program ini menekankan pada penguatan jejaring sosial, penyusunan rencana aksi, serta simulasi kebencanaan yang terintegrasi di tingkat kelurahan.

Metode pelaksanaan Program Kreativitas Masyarakat (PKM) meliputi beberapa tahapan: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi dan simulasi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Tahap sosialisasi dilakukan bersama aparat kelurahan dan Kelompok Masyarakat Siaga Bencana (KMSB) untuk memberikan pemahaman terkait risiko bencana banjir. Selanjutnya, pelatihan diberikan mengenai mitigasi bencana, pertolongan pertama, evakuasi mandiri, dan pengenalan teknologi sederhana.

Penerapan teknologi dilakukan untuk memberikan pemahaman praktik penggunaan alat teknologi dalam penanggulangan bencana, sementara simulasi melibatkan seluruh anggota KMSB. Pendampingan berkelanjutan diterapkan di seluruh rangkaian kegiatan untuk memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan berjalan efektif. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas program, dan keberlanjutan dijamin melalui perjanjian kerja sama yang jelas.

Hasil dari kegiatan PKM menunjukkan dampak positif yang signifikan. Kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana meningkat, serta warga menjadi lebih siaga dan responsif. Peningkatan skor partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana mencapai 91% pada post-test, dengan peningkatan kapasitas sebesar 21%, menandakan bahwa metode pelatihan dan simulasi yang diterapkan berjalan efektif.

Pelatihan ini terbukti berhasil meningkatkan kapasitas KMSB dalam menjalankan Program AIR-MBR, sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan kerja sama UNG dengan masyarakat dalam membangun ketangguhan dan resiliensi komunitas terhadap bencana.