Berita

Blog Image

Penguatan Kerja Sama Bidang Riset Melalui Pengembangan Sistem Pengukuran Debit Real-Time Berbasis Iot Oleh Peneliti Ung

Gorontalo - Integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dalam pemantauan sumber daya air membuka peluang baru dalam optimalisasi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem pemantauan debit air berbasis IoT dengan menggunakan sensor aliran YF-S201, mikrokontroler NodeMCU, serta platform Blynk.

Kalibrasi laboratorium dan penerapan lapangan dilakukan di aliran Air Terjun Milangi Jini, Gorontalo, Indonesia, untuk membandingkan kinerja sistem IoT dengan metode manual konvensional. Pengukuran real-time pada tiga segmen sungai menunjukkan pola debit yang berbeda. Segmen 1 memperlihatkan debit yang tidak stabil dengan kejadian aliran rendah yang sering (1,39–3,03 L/menit; rata-rata 2,13 L/menit). Segmen 2 mempertahankan aliran yang sedang dan relatif stabil (3,03–4,10 L/menit; rata-rata 3,65 L/menit). Sementara itu, Segmen 3 secara konsisten menunjukkan debit tertinggi dan paling stabil (3,46–4,75 L/menit; rata-rata 3,96 L/menit; total volume 4,63 m³).

Sistem IoT terbukti lebih unggul dibandingkan metode konvensional karena mampu menangkap variabilitas temporal beresolusi tinggi serta memungkinkan pemantauan jarak jauh secara real-time. Temuan ini menunjukkan bahwa debit yang tinggi dan stabil berkorelasi positif dengan keandalan PLTMH dan kinerja turbin, sehingga mengonfirmasi Segmen 3 sebagai lokasi paling layak untuk pengembangan PLTMH.

Dalam konteks penguatan kerja sama bidang riset, studi ini tidak hanya memvalidasi aspek teknis sistem, tetapi juga menegaskan manfaat sosial-ekonomi dan keberlanjutan dari penerapan IoT dalam strategi elektrifikasi pedesaan dan transisi energi. Hasil penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dengan menegaskan peran IoT dalam meningkatkan akurasi, kualitas pengambilan keputusan, serta keberlanjutan proyek pembangkit listrik tenaga air, sekaligus mengidentifikasi tantangan terkait skalabilitas dan implementasi di wilayah terpencil.

Sumber: https://jurnalvokasi.ung.ac.id/jvst/index.php/jvst/article/view/103