Implementasi Kerja Sama: Fakultas Pertanian Ung Gandeng Bbp Tapa Untuk Pengembangan Pertanian Berkelanjutan
Gorontalo - Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman praktis di lapangan. Melalui Program Magang Berdampak, sebanyak empat mahasiswa resmi diantar untuk menjalani magang di Balai Penyuluhan Pertanian (BBP) Tapa, Gorontalo. Kegiatan ini menjadi langkah awal penting bagi mahasiswa untuk memahami dinamika sektor pertanian secara langsung, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan masyarakat tani.
Pengantaran mahasiswa dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Wawan K. Tolinggi, S.P., M.Si., yang mewakili pihak kampus. Kehadiran rombongan mahasiswa disambut hangat oleh Koordinator BP3K Tapa, Ibu Meidi Hadjiku, S.P. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UNG menjadikan BBP Tapa sebagai lokasi pelaksanaan magang. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung kegiatan penyuluhan, pendampingan petani, serta pengelolaan program pertanian di wilayah tersebut. “Mahasiswa diharapkan dapat membantu proses pendampingan petani sekaligus belajar langsung tentang kondisi riil pertanian di lapangan,” ungkapnya.
Program Magang Berdampak dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berbasis praktik. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori agribisnis, tetapi juga mengaplikasikannya dalam situasi nyata. Dr. Wawan K. Tolinggi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi kampus dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. “Melalui magang ini, mahasiswa dapat memahami dinamika kerja di sektor pertanian, khususnya dalam kegiatan penyuluhan, pemberdayaan petani, serta pengelolaan program pertanian berkelanjutan,” jelasnya.
Selama masa magang, keempat mahasiswa akan dilibatkan dalam berbagai aktivitas, mulai dari pendampingan kelompok tani, pengumpulan data pertanian, penyusunan laporan kegiatan, hingga pelaksanaan program penyuluhan. Aktivitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan komunikasi, kerja tim, serta kemampuan analisis mahasiswa terhadap permasalahan pertanian di tingkat lapangan. Kehadiran mahasiswa juga diharapkan membawa energi baru bagi BBP Tapa, dengan ide-ide inovatif yang dapat memperkuat kegiatan penyuluhan dan pengembangan sektor pertanian.
Kegiatan pengantaran ini mencerminkan sinergi nyata antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Jurusan Agribisnis UNG terus berkomitmen menjalin kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah, termasuk BBP Tapa, untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian. Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada program magang, tetapi juga diharapkan berkembang dalam bentuk penelitian bersama dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh kesempatan luas untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Program Magang Berdampak di BBP Tapa menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang siap menjadi agen perubahan. Mahasiswa Agribisnis UNG diharapkan mampu membawa semangat baru dalam mendukung kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertanian yang lebih modern dan berdaya saing. Melalui pengalaman ini, mereka tidak hanya belajar, tetapi juga berkontribusi langsung bagi masyarakat, sehingga lulusan UNG benar-benar siap menghadapi tantangan global di sektor agribisnis.

