Berita

Blog Image

Implementasi Kerja Sama: Riset Ung Membuka Tabir Potensi Air Tanah Di Kawasan Teluk Tomini

Gorontalo — Tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengungkap potensi besar batupasir di Kawasan Teluk Tomini sebagai reservoir air tanah dalam yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung swasembada air nasional. Penelitian ini dilaksanakan oleh dosen Program Studi Teknik Geologi UNG melalui skema Hibah Penelitian Fundamental Reguler Tahun 2025 yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. 

Selama ini, kajian air tanah di Teluk Tomini lebih banyak difokuskan pada batugamping dan endapan aluvial. Padahal, kawasan yang mencakup Provinsi Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara ini memiliki sebaran batupasir yang sangat luas, terutama pada Formasi Dolokapa, Lokodidi, dan Randangan, yang berpotensi besar sebagai penyimpan air tanah.

Penelitian dilakukan melalui survei geologi lapangan, analisis petrografi batuan, dan analisis geokimia X-Ray Fluorescence (XRF). Hasilnya menunjukkan bahwa daerah penelitian didominasi oleh satuan batupasir berlapis dan batupasir masif, dengan dua jenis utama yaitu Lithic Arenite dan Feldspathic Wacke.

Batupasir tersebut tersusun oleh mineral kuarsa, feldspar, dan fragmen batuan vulkanik, dengan karakter porositas primer dan sekunder yang menunjukkan kemampuan menyimpan dan melewatkan air. Analisis geokimia juga mengindikasikan bahwa batupasir ini terbentuk pada lingkungan tektonik busur kepulauan (oceanic island arc) yang berkaitan dengan aktivitas subduksi di Kawasan Teluk Tomini.

“Temuan ini membuktikan bahwa batupasir Teluk Tomini berpotensi dikembangkan sebagai reservoir air tanah dalamuntuk menopang kebutuhan air bersih di masa depan, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur,” ujar Dr. Aang Panji Permana., S.T., M.T. (16/01/2026)

Sebagai luaran, hasil penelitian ini akan dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus, sekaligus memperkuat peran UNG dalam pengembangan riset berbasis potensi lokal. Penelitian lanjutan direncanakan pada tahun 2026 dengan fokus pada analisis porositas dan permeabilitas batupasir untuk pemodelan reservoir air tanah secara lebih detail.