Berita

Blog Image

Implementasi Kerja Sama: Pgsd Ung Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam Berbasis Prompt Ai Teachy Di Sdn 17 Limboto

Gorontalo-Dalam rangka mengimplementasikan kerja sama sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dasar, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berkolaborasi dengan SDN 17 Limboto menyelenggarakan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam Berbasis Prompt AI Teachy.

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa Semester 4G PGSD FIP UNG tersebut diikuti oleh seluruh staf dewan guru SDN 17 Limboto. Workshop menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama antara PGSD UNG dan SDN 17 Limboto, khususnya dalam mendukung peningkatan kompetensi guru serta pemanfaatan teknologi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada terciptanya pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah.

Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan AI Teachy sebagai salah satu alat berbasis kecerdasan buatan yang dapat membantu guru dalam menyusun berbagai perangkat pembelajaran, termasuk modul ajar. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai teknik penyusunan prompt yang efektif agar AI dapat menghasilkan rancangan perangkat pembelajaran yang selaras dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta kebutuhan kurikulum.

Workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik. Para guru secara langsung mencoba menyusun prompt dan mengembangkan modul ajar dengan memanfaatkan AI Teachy. Dalam proses tersebut, peserta diarahkan untuk merancang tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, asesmen, hingga aktivitas yang berorientasi pada kebutuhan dan keterlibatan peserta didik.

Hasil praktik peserta selanjutnya dipresentasikan dan didiskusikan bersama. Melalui sesi ini, guru memperoleh kesempatan untuk mendapatkan masukan, melakukan evaluasi, serta menyempurnakan perangkat pembelajaran yang telah disusun. Pendekatan praktik langsung tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami bahwa pemanfaatan AI bukan sekadar menghasilkan dokumen pembelajaran, tetapi menjadi alat bantu untuk mendukung proses perencanaan pembelajaran yang lebih efektif dan kreatif.

Dosen pendamping kegiatan, Dr. Meylan Saleh, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), perlu dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

“Melalui workshop ini, peserta diharapkan mampu memahami cara menyusun perangkat pembelajaran mendalam yang tidak hanya sesuai dengan kurikulum, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa AI Teachy dapat menjadi alat bantu yang mempermudah guru dalam proses perencanaan pembelajaran. Namun demikian, kreativitas, pertimbangan pedagogis, dan profesionalisme guru tetap menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas dan keberhasilan pembelajaran.

Sementara itu, Kepala SDN 17 Limboto menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan workshop sebagai bagian dari implementasi kerja sama dengan PGSD FIP UNG. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan.

Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui workshop dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam penyusunan modul ajar maupun pelaksanaan pembelajaran di kelas. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan dan hasil belajar peserta didik di SDN 17 Limboto.

Melalui kegiatan ini, kerja sama antara PGSD FIP UNG dan SDN 17 Limboto tidak hanya diwujudkan dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada pelaksanaan program yang memberikan manfaat langsung bagi penguatan kapasitas guru. Keterlibatan mahasiswa dan dosen juga menjadi bagian dari kontribusi akademik dalam mendukung kebutuhan sekolah serta mempertemukan pengetahuan perguruan tinggi dengan praktik pembelajaran di lapangan.

Workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan kolaborasi yang lebih berkelanjutan antara PGSD FIP UNG dan SDN 17 Limboto, khususnya dalam bidang peningkatan kompetensi guru, inovasi pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi digital.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, PGSD FIP UNG bersama SDN 17 Limboto menunjukkan komitmen untuk mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi sekaligus memperkuat kapasitas pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas, bermakna, kreatif, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.