Penguatan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan: Kerja Sama Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Ung Dan Bps Manado
Gorontalo, 28 November 2025 – Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan melalui penandatanganan kerja sama strategis dengan Balai Perhutanan Sosial (BPS) Manado. Penandatanganan Perjanjian Pelaksanaan (Implementation Agreement/IA) yang dilaksanakan pada 28 November 2025 ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala BPS Manado, Beny Ahadian Noor, S.Hut.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MOU) yang telah disepakati antara Rektor Universitas Negeri Gorontalo dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Melalui kolaborasi ini, Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan UNG dan BPS Manado bertujuan untuk memperkuat pengelolaan sumber daya alam, khususnya hutan, dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan melalui skema Perhutanan Sosial yang berkelanjutan.
Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan UNG, Prof. Dr. Dewi Wahyuni K. Baderan, S.Pd., M.Si, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan upaya konkret dalam mengintegrasikan riset ilmiah dengan pengelolaan hutan yang melibatkan masyarakat. "Kami di Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo berkomitmen untuk mendukung upaya konservasi hutan melalui pendekatan berbasis ilmiah dan pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap hasil riset dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan hutan yang lebih efektif," ujar Prof. Dr. Dewi Wahyuni.
Beny Ahadian Noor, S.Hut, Kepala BPS Manado, menyatakan bahwa kolaborasi ini sangat penting dalam memperkuat program Perhutanan Sosial yang sudah ada. "Kami menyambut baik kerja sama ini karena dapat meningkatkan pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang lebih terintegrasi dengan ilmu pengetahuan. Selain itu, kami berharap ini dapat memperkuat kapasitas masyarakat sekitar hutan dalam mengelola dan menjaga kelestarian hutan mereka," jelas Beny.

