Berita

Blog Image

Implementasi Kerja Sama Riset, Prodi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan Ung Kembangkan Perancangan Komutator Sinyal Rotari Turbin Angin

Gorontalo- Sebagai implementasi kerja sama riset, Program Studi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengembangkan perancangan konstruksi komutator sinyal rotari turbin angin. Perangkat ini dirancang untuk mengamati dan mendeteksi kecepatan putar turbin angin dengan memanfaatkan konsep osilasi komutasi, sehingga relativitas kerja turbin dapat ditampilkan dalam bentuk sinyal gelombang pada monitor.

Sinyal komutasi yang dihasilkan bersifat variatif dan menyesuaikan dengan perubahan kondisi putaran turbin. Keunggulan dari konstruksi komutator ini adalah tidak memerlukan perangkat lunak (software) dalam pengoperasiannya. Rancangan tersebut ditujukan untuk sistem turbin angin skala konvensional agar lebih mudah dalam pemasangan, pengoperasian, serta tidak membutuhkan keahlian teknis khusus berbasis aplikasi.

Fokus penelitian dalam kerja sama ini adalah merancang sistem komutator yang mampu mendeteksi kecepatan putaran turbin secara akurat, mudah digunakan, serta efisien dalam proses monitoring tanpa ketergantungan pada software tambahan. Adapun tujuan penelitian adalah menghasilkan rancangan konstruksi komutator yang berfungsi sebagai pembangkit sinyal deteksi sekaligus sebagai sistem monitor kontrol putaran turbin angin.

Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D), dengan tahapan meliputi desain konsep dan analisis konstruksi, perancangan konstruksi, uji fungsi, serta evaluasi hasil pengujian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinyal bangkit komutator kontrol mampu mendeteksi putaran di bawah nilai minimum data uji, yakni 17 RPM dari data uji 70,4 RPM, serta mencatat nilai maksimum hingga 103 RPM. Temuan ini menunjukkan bahwa perangkat komutator yang dikembangkan melalui kerja sama riset ini mampu mendeteksi dan memonitor relativitas putaran turbin angin, termasuk pada kondisi putaran minimum yang umum terjadi pada sistem pembangkit listrik tenaga angin.

Sumber:  https://jurnalvokasi.ung.ac.id/jvst/index.php/jvst/article/view/104