Kerja Sama Edukasi Lingkungan Diperkuat, Anak-Anak Dikenalkan Konsep 3R Sejak Dini
Gorontalo-Permasalahan sampah saat ini menjadi salah satu tantangan lingkungan yang semakin serius di Indonesia. Peningkatan jumlah penduduk, pola konsumsi masyarakat, serta penggunaan produk sekali pakai telah menyebabkan volume sampah terus bertambah dari tahun ke tahun. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat mencemari lingkungan, merusak ekosistem, dan mengancam kesehatan masyarakat.
Sebagai upaya membangun kesadaran lingkungan sejak dini, kerja sama edukasi lingkungan terus diperkuat melalui berbagai program pembelajaran yang melibatkan dunia pendidikan, perguruan tinggi, dan masyarakat. Salah satu implementasinya dilakukan oleh tim pengabdian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang terdiri atas Novriyanto Napu, Titien Fatmawaty Mohammad, dan Sri Manovita Pateda melalui kegiatan edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan di SDN 11 Batudaa Pantai, Desa Lamu, Kabupaten Gorontalo.
Program yang terintegrasi dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ini bertujuan untuk mengenalkan konsep pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada siswa sekolah dasar. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi dampak negatif sampah terhadap kehidupan sehari-hari.
Sekolah dasar dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena merupakan tahap penting dalam pembentukan karakter dan kebiasaan hidup. Menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak usia dini diyakini dapat membentuk generasi yang lebih bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah di masa depan.
Sebelum program dilaksanakan, sebagian besar siswa belum memahami perbedaan antara sampah organik dan anorganik serta pentingnya penerapan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, tim pengabdian menerapkan metode pembelajaran interaktif yang terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk memastikan materi dapat dipahami dengan baik oleh peserta.
Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan pemahaman mengenai cara memilah sampah berdasarkan jenisnya. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun dipisahkan dari sampah anorganik seperti plastik, botol minuman, dan kaleng. Melalui kegiatan ini, siswa belajar mengenali karakteristik sampah sekaligus memahami dampaknya terhadap lingkungan.
Selain penyampaian materi, siswa juga diajak melakukan praktik langsung pemanfaatan kembali limbah plastik menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai guna. Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman bahwa sampah tidak selalu menjadi barang buangan, tetapi dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat melalui prinsip reuse dan recycle.
Untuk mendukung keberlanjutan program, tim pengabdian bersama pihak sekolah turut menyediakan sarana tempat sampah terpilah serta media informasi edukatif mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu siswa menerapkan kebiasaan baik yang telah dipelajari selama kegiatan berlangsung.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pengelolaan sampah. Anak-anak mulai terbiasa membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai jenisnya, serta menunjukkan kepedulian yang lebih tinggi terhadap kebersihan lingkungan sekolah.
Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa penguatan edukasi lingkungan melalui kerja sama berbagai pihak merupakan langkah penting dalam menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Menurutnya, anak-anak memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang dapat menularkan kebiasaan positif kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Melalui kerja sama edukasi lingkungan yang terus diperkuat, pengenalan konsep 3R sejak usia dini diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih sadar lingkungan dan berkontribusi dalam mengurangi permasalahan sampah di masa mendatang. Program di SDN 11 Batudaa Pantai menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Sumber: https://jurnal.ceredindonesia.or.id/index.php/jas/article/view/1110

