Berita

Blog Image

Lewat Kerja Sama Penelitian: Peneliti Ung Ungkap Kaitan Minuman Berwarna Dengan Kesehatan Ginjal Anak

Gorontalo-Konsumsi minuman berwarna yang banyak dijual di lingkungan sekolah menjadi perhatian para peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Melalui sebuah kerja sama penelitian, tim peneliti mengungkap pentingnya meningkatkan pengetahuan anak-anak mengenai kaitan konsumsi minuman berwarna dengan kesehatan ginjal sebagai langkah awal membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya konsumsi minuman berwarna di kalangan anak-anak. Produk dengan warna mencolok, cita rasa manis, dan harga yang terjangkau masih menjadi pilihan favorit siswa sekolah dasar. Padahal, berbagai produk tersebut umumnya mengandung bahan tambahan pangan seperti pewarna sintetis dan pemanis buatan yang perlu dikonsumsi secara bijak. Apabila dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus, zat-zat tersebut dapat memberikan beban tambahan bagi organ tubuh, termasuk ginjal yang berperan menyaring zat sisa metabolisme.

Urgensi penelitian ini juga didukung oleh meningkatnya perhatian terhadap kesehatan ginjal anak di Indonesia. Sejumlah kasus gangguan ginjal pada anak dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pentingnya langkah preventif melalui edukasi kesehatan yang melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 14 Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, dengan melibatkan 48 siswa sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagian besar siswa belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai fungsi ginjal maupun pentingnya membatasi konsumsi minuman berwarna. Lebih dari separuh responden masih berada pada kategori pengetahuan rendah.

Untuk meningkatkan pemahaman siswa, tim peneliti menerapkan metode edukasi menggunakan video animasi yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Video berdurasi sekitar empat menit tersebut menjelaskan fungsi ginjal, pentingnya menjaga kesehatan organ tersebut, serta memberikan informasi mengenai pentingnya memilih minuman yang lebih sehat melalui penyajian yang menarik dan mudah dipahami.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah siswa mengikuti edukasi menggunakan media video animasi. Persentase siswa dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 10,5 persen sebelum intervensi menjadi 77 persen setelah edukasi. Secara statistik, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa media video animasi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan memilih konsumsi minuman secara lebih bijak.

Temuan ini memberikan pelajaran penting bahwa edukasi kesehatan yang dikemas secara kreatif mampu meningkatkan literasi kesehatan anak sejak dini. Di era digital, penyampaian informasi melalui media visual interaktif dinilai lebih mudah diterima dibandingkan metode penyuluhan konvensional, sehingga berpotensi mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat.

Penelitian ini juga menegaskan bahwa upaya menjaga kesehatan ginjal anak tidak dapat dilakukan oleh sekolah saja. Peran orang tua, guru, pedagang di lingkungan sekolah, serta pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pola konsumsi sehat. Penyediaan pilihan minuman yang lebih sehat di sekolah, pembiasaan membawa air minum dari rumah, serta pengawasan terhadap peredaran jajanan merupakan langkah yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

Melalui hasil kerja sama penelitian ini, para peneliti UNG berharap temuan tersebut dapat menjadi dasar penguatan program edukasi kesehatan di sekolah-sekolah. Peningkatan pengetahuan sejak usia dini diharapkan mampu membentuk kesadaran anak untuk memilih konsumsi yang lebih sehat, sehingga kesehatan ginjal dapat terjaga hingga dewasa.

Sumber: https://www.jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/8259/5729