Berita

Blog Image

Wujud Implementasi Kerja Sama, Mahasiswa Ung Gelar Pengabdian Di Smp Negeri 2 Suwawa

Gorontalo-Implementasi kerja sama antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan SMP Negeri 2 Suwawa diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, Senin (11/5/26) . Kegiatan ini menghadirkan pelatihan public speaking bagi siswa kelas VII sebagai upaya meningkatkan keterampilan komunikasi dan rasa percaya diri sejak usia sekolah.

Kegiatan pengabdian tersebut dilaksanakan melalui mata kuliah Berbicara Publik yang dibimbing oleh Yunus Dama, S.Pd., M.Pd. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang perkuliahan, tetapi juga mengimplementasikan ilmu yang dimiliki secara langsung di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pelatihan keterampilan membawa acara (master of ceremony), bercerita, hingga menjadi moderator. Materi yang diberikan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan siswa masa kini yang dituntut aktif, komunikatif, dan berani tampil di depan umum.

Pelatihan dikemas secara interaktif dan menyenangkan sehingga siswa lebih mudah memahami materi. Mahasiswa hadir sebagai fasilitator yang membangun suasana belajar yang santai namun tetap edukatif. Selain mendapatkan materi mengenai teknik berbicara, penggunaan bahasa yang baik, dan penguasaan panggung, siswa juga diberi kesempatan untuk langsung mempraktikkan kemampuan mereka melalui simulasi sederhana.

Pada sesi pelatihan membawa acara, siswa belajar bagaimana membuka kegiatan, menyampaikan susunan acara, hingga menjaga komunikasi dengan audiens. Meski sebagian siswa awalnya tampak gugup, pendampingan yang dilakukan mahasiswa mampu membantu mereka tampil lebih percaya diri.

Sementara itu, pada pelatihan bercerita, mahasiswa mengajarkan teknik membuka cerita, pengaturan intonasi, ekspresi, serta penggunaan gestur tubuh. Praktik bercerita dengan mengangkat tema cerita rakyat lokal turut mendorong siswa untuk lebih mengenal dan mencintai budaya daerah.

Tidak hanya itu, pelatihan moderator juga memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam memandu jalannya diskusi atau kegiatan. Mereka belajar bersikap netral, mengatur jalannya forum, memperkenalkan pembicara, hingga mengelola suasana diskusi dengan baik.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan hidup siswa. Kemampuan berbicara di depan umum menjadi bekal penting yang dapat membantu siswa lebih aktif, kritis, dan percaya diri dalam berbagai situasi.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus belajar berinteraksi dan mengabdi kepada masyarakat. Antusiasme siswa serta apresiasi dari pihak sekolah menjadi bukti bahwa program seperti ini sangat dibutuhkan dan memberikan manfaat positif bagi dunia pendidikan.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNG tidak hanya mengajarkan teknik public speaking, tetapi juga menanamkan keberanian kepada siswa untuk tampil, bersuara, dan percaya pada kemampuan diri mereka sendiri.