Implementasi Kerja Sama Praktisi–Akademisi: Praktisi Kemenkeu Mengajar Keuangan Negara Di Ung
Gorontalo-Sebagai wujud implementasi kerja sama antara dunia akademik dan praktisi, perkuliahan Mata Kuliah Keuangan Negara dan Daerah di Jurusan Ilmu Ekonomi Program Studi Ekonomi Pembangunan, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menghadirkan pembelajaran kontekstual melalui keterlibatan praktisi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Literasi Prof. Husain Hamidun, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG, Senin (20/04/2026).
Mata kuliah yang diasuh oleh Muhammad Amir Arham, M.E. dan Rifi Fazrina Djuuna, M.E. tersebut menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan, yaitu Dody Prihardi, selaku Kepala Bidang PPA I pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pada pertemuan tersebut, narasumber menyampaikan materi bertajuk “Sistem Pengelolaan Keuangan Satker, BLU, dan PTNBH” sebagai bagian dari penguatan pemahaman praktis mahasiswa terhadap sistem keuangan negara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi nyata kerja sama praktisi–akademisi yang bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa secara menyeluruh terkait pengelolaan keuangan di lingkungan instansi pemerintah. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan keuangan pada satuan kerja (satker), Badan Layanan Umum (BLU), hingga Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Melalui penyampaian materi yang berbasis pengalaman lapangan, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai tahapan pengelolaan keuangan negara, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Perbendaharaan memiliki peran strategis sebagai bendahara negara sekaligus pembina pengelolaan keuangan instansi pemerintah. Peran tersebut meliputi pengawasan, pembinaan, dan evaluasi guna memastikan pengelolaan keuangan berjalan secara transparan, akuntabel, dan efisien. Selain itu, dalam pengelolaan BLU, Direktorat Jenderal Perbendaharaan juga berperan dalam dewan pengawas untuk memastikan tata kelola keuangan dilaksanakan secara profesional, termasuk pada BLU di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo.
Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance), seperti transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas dalam setiap proses pengelolaan keuangan negara. Prinsip-prinsip tersebut menjadi dasar dalam mewujudkan sistem keuangan publik yang berkualitas dan dapat dipercaya serta mendukung tata kelola keuangan yang berkelanjutan.
Kehadiran praktisi dalam kegiatan perkuliahan ini memberikan nilai tambah bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya mempelajari konsep teoritis di kelas, tetapi juga memperoleh wawasan langsung dari pengalaman praktis di lapangan. Interaksi yang terjadi selama sesi diskusi mendorong mahasiswa untuk lebih kritis dalam memahami kebijakan fiskal serta penerapannya dalam pengelolaan keuangan negara.
Melalui implementasi kerja sama praktisi–akademisi ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori dengan praktik secara lebih optimal, sehingga memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi dunia kerja, khususnya pada bidang pengelolaan keuangan sektor publik.

