Berita

Blog Image

Implementasi Kerja Sama Riset Ung–Pair, Dosen Manajemen Feb Terlibat Aktif Dalam Perawatan Pesisir Dan Analisis Kebijakan Pada Riset Pair Nz 2.5

Gorontalo- Program Riset PAIR NZ 2.5 menjadi wujud nyata implementasi kerja sama riset antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan konsorsium PAIR yang melibatkan akademisi lintas disiplin dari 19 universitas di Indonesia dan Australia. Kolaborasi ini mencakup sembilan perguruan tinggi daerah yang berasal dari seluruh provinsi di Sulawesi, Kalimantan Timur, Maluku, dan Maluku Utara.

Kerja sama ini dirancang untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi wilayah pesisir, khususnya terkait dampak perubahan iklim, penerapan emisi nol bersih (Net Zero) di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan (FASYANKES), serta pengembangan ekonomi sirkular yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Sulawesi.

Dalam kerangka implementasi kolaborasi tersebut, dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo (FEB UNG) turut terlibat aktif sebagai bagian dari tim peneliti lintas institusi. Kontribusi keilmuan manajemen dan ekonomi menjadi elemen penting dalam mengaitkan temuan teknis dan lingkungan dengan analisis kebijakan daerah, khususnya pada aspek penguatan mata pencaharian masyarakat, efisiensi pengelolaan sumber daya, serta keberlanjutan sistem ekonomi pesisir.

Sebagai bagian dari pelaksanaan riset, kegiatan visitasi dan survei lapangan dilakukan di Biluhu (Kabupaten Gorontalo) dan Bunaken (Sulawesi Utara). Tahapan ini menjadi bagian penting dalam pengumpulan data empiris. Para peneliti tidak hanya mengamati kondisi fisik dan lingkungan, tetapi juga menggali praktik ekonomi lokal, tata kelola layanan kesehatan, serta kesiapan masyarakat dalam mengadopsi prinsip ekonomi sirkular dan kebijakan Net Zero.

Pendekatan kolaboratif ini memastikan bahwa implementasi kerja sama riset UNG–PAIR tidak berhenti pada tataran akademik, melainkan berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Keterlibatan dosen Manajemen FEB UNG juga memperkuat dimensi analisis kebijakan, sehingga hasil riset memiliki relevansi strategis bagi pemerintah daerah.

Hasil kolaborasi lintas universitas ini diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan daerah yang berbasis bukti ilmiah dan kontekstual. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat mendukung pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan adaptasi perubahan iklim, penguatan layanan kesehatan yang ramah lingkungan, serta pengembangan ekonomi pesisir yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, riset PAIR NZ 2.5 tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat terdampak.

Selain menghasilkan rekomendasi kebijakan, program ini juga menjadi wadah peningkatan kapasitas Peneliti Awal Karier (early career researcher), khususnya dari perguruan tinggi daerah. Melalui keterlibatan langsung dalam riset kolaboratif internasional, para peneliti muda memperoleh pengalaman dalam kerja tim lintas disiplin, metodologi riset terapan, serta penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis data.

Dengan skala kolaborasi yang luas dan orientasi kebijakan yang kuat, Program Riset PAIR NZ 2.5 menegaskan bahwa implementasi kerja sama riset UNG–PAIR mampu mengintegrasikan riset, pengabdian, dan pengembangan kapasitas akademik secara simultan. Keterlibatan dosen Manajemen FEB UNG menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa transformasi menuju pembangunan pesisir berkelanjutan benar-benar berpijak pada ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat lokal.