Kerja Sama Riset Global: Ung, Unpad, Dan University Of Medical Sciences Nigeria Ungkap Sistem Predator Mangsa
Gorontalo - Implementasi kerja sama riset global antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan University of Medical Sciences Nigeria berhasil mengungkap temuan terkini dalam sistem predator mangsa melalui pengembangan model matematika inovatif.
Hasil penelitian kolaboratif ini telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi PLOS ONE, yang terindeks Scopus dengan kuartil Q1. Publikasi tersebut memperkenalkan model matematika revolusioner yang mempertimbangkan faktor ketakutan, penyakit, dan memori dalam interaksi predator mangsa tiga aspek penting yang selama ini jarang dikaji secara bersamaan.
Memahami Peran Ketakutan dalam Ekosistem
Selama ini, dinamika predator dan mangsa umumnya dipahami berdasarkan interaksi langsung berupa pemangsaan. Namun, penelitian kolaboratif ini menunjukkan bahwa faktor ketakutan memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap keseimbangan ekosistem.
Ketakutan tidak hanya berkaitan dengan ancaman fisik dari predator, tetapi juga memengaruhi perilaku mangsa, termasuk tingkat reproduksi dan kelangsungan hidupnya. Dalam banyak kasus, rasa takut terhadap predator dapat menurunkan kemampuan mangsa untuk berkembang biak, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan populasi secara keseluruhan.
Inovasi Model dengan Pendekatan Memori Sistem
Keunggulan utama penelitian ini terletak pada penggunaan konsep memori dalam sistem ekologi melalui pendekatan kalkulus orde fraksional. Konsep ini memungkinkan model untuk merekam pengaruh interaksi masa lalu terhadap dinamika populasi di masa depan.
Model yang dikembangkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa predator cenderung memilih mangsa yang terinfeksi karena kondisi fisik yang lebih lemah. Hal ini menambah kompleksitas dalam interaksi predator mangsa dan memberikan pemahaman baru mengenai hubungan antara penyakit dan pemangsaan.
Prediksi Dinamika Populasi Predator Mangsa
Melalui integrasi faktor ketakutan, penyakit, dan memori dalam satu model matematika, penelitian ini berhasil memprediksi beberapa kondisi keseimbangan populasi, antara lain:
- Keseimbangan tanpa penyakit, di mana hanya mangsa sehat yang bertahan dan predator dapat punah.
- Keseimbangan tanpa predator, di mana populasi mangsa tetap ada tetapi predator tidak bertahan.
- Keseimbangan koeksistensi, di mana predator, mangsa sehat, dan mangsa terinfeksi dapat hidup berdampingan dalam jangka panjang.
Kontribusi bagi Konservasi dan Pengelolaan Satwa Liar
Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting dalam bidang konservasi dan pengelolaan satwa liar. Dengan memahami bagaimana ketakutan dan penyakit memengaruhi dinamika populasi, para pengelola lingkungan dapat merancang strategi konservasi yang lebih efektif.
Sebagai contoh, pengelolaan tingkat ketakutan pada spesies mangsa dapat membantu meningkatkan tingkat reproduksi, sehingga memperbesar peluang kelangsungan hidup spesies yang terancam punah. Selain itu, model ini juga menunjukkan bahwa predator dapat berperan dalam mengendalikan penyebaran penyakit dengan memangsa individu yang terinfeksi.
Bukti Nyata Kolaborasi Riset Internasional
Penelitian inovatif ini dilaksanakan oleh tim peneliti internasional yang terdiri dari Emli Rahmi, Nursanti Anggriani, Hasan S. Panigoro, dan Olumuyiwa James Peter dari Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Padjadjaran, dan University of Medical Sciences Nigeria.
Penelitian ini didanai oleh Universitas Padjadjaran melalui Skema Hibah Penelitian Post-Doktoral dengan nomor 2292/UN6.3.1/PT.00/2023.
Melalui implementasi kerja sama riset global ini, ketiga institusi berhasil menunjukkan bahwa kolaborasi internasional mampu menghasilkan temuan ilmiah yang tidak hanya memperkaya kajian akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung upaya pelestarian lingkungan di masa depan.
Sumber: https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0339351

