Hasil Kerja Sama Penelitian: 83,3% Keluarga Pasien Icu Di Gorontalo Mengalami Kecemasan Sedang
Gorontalo - Hasil kerja sama penelitian yang dilaksanakan di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Kota Gorontalo, mengungkap fakta penting terkait kondisi psikologis keluarga pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU). Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas keluarga pasien mengalami kecemasan pada tingkat sedang saat mendampingi anggota keluarga yang menjalani perawatan intensif.
Penelitian yang melibatkan 30 responden tersebut menemukan bahwa sebanyak 25 orang (83,3%) mengalami kecemasan sedang, sementara 5 orang (16,7%) mengalami kecemasan ringan sebelum diberikan intervensi terapi. Temuan ini menegaskan bahwa ruang ICU bukan hanya menjadi tempat perawatan medis, tetapi juga menjadi sumber tekanan emosional yang signifikan bagi keluarga pasien.
Kondisi pasien yang kritis, penggunaan alat medis seperti ventilator dan monitor jantung, serta ketidakpastian prognosis menjadi faktor utama yang memicu kecemasan. Gejala yang dirasakan keluarga pasien tidak hanya berupa tekanan emosional seperti rasa khawatir dan gelisah, tetapi juga berdampak secara fisik, seperti kesulitan tidur, jantung berdebar, nyeri dada, hingga kelelahan berkepanjangan.
Selain itu, penelitian juga mengungkap bahwa faktor demografis turut memengaruhi tingkat kecemasan. Responden perempuan cenderung mengalami kecemasan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Usia juga menjadi faktor penting, di mana keluarga pasien yang berusia muda menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi, terutama karena keterbatasan pengalaman dalam menghadapi situasi krisis kesehatan. Tanggung jawab terhadap pasien, terutama jika pasien masih berusia muda atau anak-anak, juga meningkatkan tekanan psikologis yang dirasakan.
Sebagai bagian dari implementasi kerja sama penelitian, intervensi nonfarmakologis berupa terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) atau relaksasi otot progresif turut diterapkan. Terapi ini mengombinasikan teknik pernapasan dalam dengan latihan menegangkan dan merilekskan otot secara bergantian untuk membantu menurunkan ketegangan dan kecemasan.
Hasilnya menunjukkan perubahan yang signifikan. Setelah diberikan terapi PMR, sebanyak 25 responden (83,3%) mengalami kecemasan ringan, dan 5 responden (16,7%) tidak lagi mengalami kecemasan. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000, yang menandakan adanya pengaruh signifikan dari terapi tersebut dalam menurunkan tingkat kecemasan.
Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam pelayanan kesehatan, khususnya di ruang ICU. Perawatan tidak hanya berfokus pada kondisi medis pasien, tetapi juga harus memperhatikan kondisi psikologis keluarga sebagai bagian dari sistem dukungan pasien.
Melalui implementasi kerja sama penelitian ini, diharapkan layanan kesehatan dapat semakin mengedepankan pendekatan yang lebih humanis dengan mengintegrasikan intervensi sederhana namun efektif seperti terapi relaksasi. Dengan demikian, keluarga pasien dapat lebih tenang dan siap dalam mendampingi proses penyembuhan, sehingga kualitas pelayanan kesehatan menjadi lebih komprehensif dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Sumber: https://www.jurnal.karyakesehatan.ac.id/K/article/view/1415/520

