Implementasi Kerja Sama Akademik: Ung Hadirkan Sejarawan Universitas Khairun Ternate Untuk Perkaya Kajian Sejarah Kawasan Timur Indonesia
Gorontalo-Sebagai bentuk implementasi kerja sama akademik antarperguruan tinggi, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan sejarawan dari Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun, Nurachman Iriyanto, dalam kegiatan kuliah pakar yang berlangsung di Aula FIS UNG, Kamis (21/05/26).
Kegiatan yang mengangkat tema “Periode Spanyol di Utara Nusantara: Ekspansi, Aliansi, Kolonisasi” tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama akademik antara UNG dan Universitas Khairun dalam upaya memperkuat kolaborasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan pengembangan keilmuan sejarah kawasan timur Indonesia.
Kuliah pakar diikuti oleh dosen dan mahasiswa yang antusias mendalami sejarah kawasan utara Nusantara, terutama relasi antara Kerajaan Siau dan Spanyol di kawasan Laut Sulawesi pada periode 1581-1677. Melalui forum ilmiah ini, peserta memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai dinamika politik, sosial, dan budaya yang berkembang di kawasan timur Indonesia pada masa kolonial.
Dalam pemaparannya, Nurachman menjelaskan bahwa hubungan antara Kerajaan Siau dan Spanyol merupakan salah satu bagian penting dari sejarah kawasan timur Indonesia yang masih menyimpan banyak ruang untuk dikaji lebih lanjut. Menurutnya, kajian sejarah tidak hanya berfungsi untuk memahami masa lalu, tetapi juga menjadi sarana refleksi dalam membangun masa depan yang lebih baik.
“Sejarah memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana masyarakat pada masa lalu berinteraksi, beradaptasi, dan membangun berbagai bentuk hubungan politik maupun sosial. Hal tersebut menjadi sumber pengetahuan yang relevan untuk menjawab tantangan masa kini,” ungkapnya.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNG, Zuchri Abdussamad, menyampaikan bahwa kegiatan kuliah pakar ini merupakan salah satu bentuk nyata implementasi kerja sama akademik yang telah dibangun antara UNG dan Universitas Khairun. Melalui kolaborasi tersebut, kedua perguruan tinggi berkomitmen untuk saling berbagi sumber daya akademik guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan keilmuan.
Menurutnya, kajian sejarah seperti ini sangat penting untuk memperkaya pemahaman generasi muda terhadap perjalanan sejarah kawasan timur Indonesia, khususnya wilayah utara Sulawesi yang memiliki keterhubungan erat dengan berbagai kekuatan global pada masa lampau.
“Memori kolektif terkait sejarah kawasan utara Sulawesi perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa. Sejarah tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga fondasi dalam membangun identitas dan karakter bangsa,” ujarnya.
Melalui kuliah pakar ini, mahasiswa diajak untuk melihat sejarah dari perspektif yang lebih luas, termasuk memahami bagaimana interaksi antara kerajaan-kerajaan lokal dengan kekuatan asing turut membentuk dinamika politik, ekonomi, dan budaya di kawasan Nusantara.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Fakultas Ilmu Sosial UNG dalam memperkuat pengembangan kajian sejarah dan kebudayaan yang relevan dengan konteks lokal maupun regional. Selain itu, kolaborasi akademik yang terjalin dengan Universitas Khairun diharapkan dapat terus menghasilkan berbagai kegiatan ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian warisan sejarah kawasan timur Indonesia.
Melalui forum akademik seperti ini, mahasiswa diharapkan semakin terdorong untuk menggali, meneliti, dan mengembangkan kajian sejarah kawasan sebagai bagian dari upaya menjaga dan mewariskan pengetahuan kepada generasi mendatang.

