Wujud Kerja Sama Kesehatan: Ung Lepas Mahasiswa Kkn Untuk Dukung Percepatan Penurunan Aki Dan Aka
Gorontalo-Sebagai wujud implementasi kerja sama di bidang kesehatan antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNG menyelenggarakan Coaching dan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo, Jumat (10/7), mengusung tema “Optimalisasi Deteksi Dini dan Pendampingan Kehamilan Risiko Tinggi sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA).”
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa KKN Profesi Kesehatan menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung program pembangunan kesehatan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pada upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA). Pendekatan kolaboratif lintas profesi menjadi kunci dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif di tingkat masyarakat.
Sebagai bagian dari pembekalan, kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan penguatan materi kepada peserta sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian. Salah satunya, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.GK., menyampaikan materi bertajuk "Interprofessional Education sebagai Strategi Penguatan Kompetensi Kolaboratif dalam KKN Profesi Kesehatan." Melalui materi tersebut, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya kerja sama antarprofesi kesehatan agar mampu bekerja secara sinergis sesuai kompetensi masing-masing dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
KKN Profesi Kesehatan Tahun 2026 diikuti oleh 448 mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi bidang kesehatan dan kedokteran di Universitas Negeri Gorontalo. Para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian mulai 13 Juli hingga 26 Agustus 2026 di 28 desa yang tersebar pada enam kecamatan di Kabupaten Gorontalo.
Selama berada di lokasi KKN, mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang berfokus pada deteksi dini kehamilan risiko tinggi, pendampingan ibu hamil, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta penguatan koordinasi dengan puskesmas, pemerintah desa, kader kesehatan, dan berbagai mitra terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya promotif dan preventif dalam mendukung percepatan penurunan AKI dan AKA di Kabupaten Gorontalo.
Ketua LPPM UNG menjelaskan bahwa coaching menjadi tahapan penting untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai substansi program, mekanisme pelaksanaan KKN, etika pengabdian kepada masyarakat, hingga strategi pelaksanaan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan program secara profesional, adaptif, serta menghasilkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan ini menjadi salah satu implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen Universitas Negeri Gorontalo dalam mendukung program Diktisaintek Berdampak. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, UNG terus berkontribusi menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di Gorontalo.

