Berita

Blog Image

Tutup Pengabdian 45 Hari: Kkn-Pk Desa Datahu Tampilkan Capaian Program Kesehatan Hasil Kolaborasi Bersama

Gorontalo-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Profesi Kesehatan (KKN-PK) Desa Datahu menutup rangkaian pengabdian kepada masyarakat selama kurang lebih 45 hari melalui Seminar Akhir, Rabu (26/8/26). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Datahu tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memaparkan capaian berbagai program kesehatan yang telah dilaksanakan melalui kolaborasi bersama pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, Karang Taruna, dan masyarakat.

Seminar Akhir dihadiri lebih dari 30 peserta yang terdiri atas masyarakat, Pemerintah Desa Datahu, kader kesehatan, pihak Puskesmas, Karang Taruna, serta mahasiswa KKN-PK. Selain menjadi ajang penyampaian hasil pengabdian, kegiatan tersebut juga menjadi ruang evaluasi bersama untuk melihat capaian, kendala, serta keberlanjutan program yang telah dilaksanakan selama masa KKN-PK.

Koordinator Desa (Kordes) KKN-PK Desa Datahu, Rafly Ramadhani Kurnia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program kerja mahasiswa disusun berdasarkan hasil observasi dan identifikasi kebutuhan masyarakat yang dilakukan sejak awal pelaksanaan KKN-PK.

“Seminar Akhir ini merupakan kesempatan bagi kami untuk menyampaikan hasil dari seluruh rangkaian program kerja yang telah kami laksanakan selama berada di Desa Datahu,” ujar Rafly.

Selama kurang lebih 45 hari, mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan yang berfokus pada bidang kesehatan, di antaranya edukasi kesehatan, kegiatan promotif dan preventif, pendataan kesehatan, kegiatan bersama kader, pemeriksaan kesehatan, serta kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Berbagai program tersebut dilaksanakan dengan melibatkan unsur pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan program yang dirancang mahasiswa dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Desa Datahu.

Rafly menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN-PK memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai pentingnya membangun kolaborasi dalam menjalankan program kesehatan di tengah masyarakat.

“Kami menyadari bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh bagaimana program tersebut dirancang, tetapi juga oleh bagaimana program tersebut dapat diterima, dijalankan, dan dilanjutkan bersama oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh capaian program tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa Datahu, Dosen Pembimbing Lapangan, tenaga kesehatan, kader, Karang Taruna, hingga masyarakat yang turut terlibat dalam setiap tahapan kegiatan.

Sementara itu, Kepala Desa Datahu, Saiful Hemu, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN-PK atas kontribusi dan kerja sama yang telah dibangun selama berada di Desa Datahu.

“Atas nama Pemerintah Desa, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh mahasiswa atas kontribusi, kerja sama, dan pengabdiannya selama berada di desa kami,” katanya.

Saiful juga mengapresiasi dukungan Dosen Pembimbing Lapangan, pihak Puskesmas, kader kesehatan, Karang Taruna, perangkat desa, serta masyarakat yang telah bersama-sama mendukung pelaksanaan berbagai program mahasiswa.

Menurutnya, kolaborasi yang terbangun selama pelaksanaan KKN-PK diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya. Program dan pengetahuan yang telah diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat serta dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan pihak terkait.

“Kepada anak-anak mahasiswa, manfaatkan pengalaman selama berada di Desa Datahu sebagai bekal untuk ke depannya. Jadikan setiap pengalaman dan tantangan yang ditemui selama KKN-PK sebagai bagian dari proses belajar dan pengabdian kepada masyarakat,” pesannya.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan hasil pelaksanaan KKN-PK oleh Koordinator Desa. Dalam pemaparan tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai program yang telah dilaksanakan selama 45 hari, capaian kegiatan, bentuk keterlibatan masyarakat dan mitra, kendala yang dihadapi, serta hasil evaluasi pelaksanaan program.

Pemaparan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pertanggungjawaban sekaligus evaluasi terhadap implementasi berbagai program kesehatan yang telah dijalankan bersama masyarakat. Melalui forum tersebut, peserta dapat melihat sejauh mana program yang dirancang mahasiswa mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat selama masa pengabdian.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Masyarakat, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan peserta lainnya secara aktif menyampaikan pertanyaan, tanggapan, serta masukan terhadap program yang telah dilaksanakan.

Diskusi tersebut menjadi ruang evaluasi bersama sekaligus memperkuat komunikasi antara mahasiswa dengan berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program. Masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan sekaligus pertimbangan dalam menjaga keberlanjutan program setelah masa KKN-PK berakhir.

Melalui Seminar Akhir, KKN-PK Desa Datahu tidak hanya menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa selama 45 hari, tetapi juga memperlihatkan hasil kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program kesehatan.

Berakhirnya masa pengabdian diharapkan tidak menjadi akhir dari hubungan kerja sama yang telah terbangun. Sebaliknya, pengalaman, program, dan kolaborasi yang telah dilakukan selama KKN-PK diharapkan dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan upaya peningkatan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Datahu.

Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKN-PK selama berada di Desa Datahu.