Berita

Blog Image

Kerja Sama Pendidikan Ung Hadir Di Teluk Tomini: Siswa Diasah Kecerdasan Emosional Dan Bahasa Inggris

Gorontalo - Implementasi kerja sama pendidikan yang dilakukan oleh dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus diperluas hingga ke wilayah pesisir kawasan Teluk Tomini. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra dan Budaya UNG mendorong siswa untuk mengasah kecerdasan emosional sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Fahria Malabar, S.Pd., M.A., dan Magvirah El Walidayni Kau, S.Pd., M.Pd., dengan menghadirkan program pembelajaran bertajuk Penguatan Emotional Intelligence bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama di Lokasi Pariwisata Kawasan Teluk Tomini melalui Pembelajaran Topik Feelings and Emotions, Jumat (13/3/2026).

Program ini menyasar siswa di SMP Negeri SATAP No. 5 Kabila Bone yang berada di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, wilayah yang terletak di sekitar kawasan wisata Teluk Tomini. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kerja sama pendidikan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa di daerah pesisir.

Melalui pembelajaran bahasa Inggris dengan topik feelings and emotions, para siswa diajak mengenal berbagai kosakata yang berkaitan dengan perasaan dan emosi. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga melatih siswa untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan ini dinilai relevan karena kawasan Teluk Tomini memiliki potensi pariwisata yang cukup besar. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang lebih baik, para siswa diharapkan mampu berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara serta berperan aktif dalam memperkenalkan potensi wisata daerahnya kepada dunia.

Selain meningkatkan kemampuan linguistik, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan kecerdasan emosional siswa. Mereka menjadi lebih peka dalam mengenali emosi diri sendiri maupun orang lain, sehingga dapat membangun empati, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memperkuat hubungan sosial di lingkungan sekolah.

Para dosen menilai bahwa integrasi pembelajaran bahasa dengan penguatan kecerdasan emosional mampu menciptakan suasana kelas yang lebih positif dan inklusif. Melalui pendekatan ini, siswa didorong untuk lebih aktif, percaya diri, dan terbuka dalam proses belajar.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa implementasi kerja sama pendidikan antara perguruan tinggi dan sekolah dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa. Selain meningkatkan kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris, pendekatan ini juga membantu membentuk karakter siswa yang lebih empatik, percaya diri, serta siap menjadi generasi muda yang mampu memperkenalkan potensi daerah di kawasan Teluk Tomini.