Berita

Blog Image

Dorong Kolaborasi Internasional: Ung Gelar Kuliah Tamu Bersama Wakil Duta Besar Australia

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring dan kolaborasi internasional guna mendukung transformasi perguruan tinggi berdaya saing global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Kuliah Tamu bertajuk “Hubungan Bilateral Australia–Indonesia” dengan menghadirkan Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Ms. Gita Kamath, sebagai narasumber kehormatan, yang berlangsung interaktif di lingkungan kampus UNG, Senin (18/05/26).

Kegiatan internasional ini dibuka secara resmi oleh jajaran pimpinan universitas yang diwakili oleh Dr. Harto S. Malik, M.Hum., selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Negeri Gorontalo. Kuliah tamu tersebut turut dihadiri dosen, peneliti, serta ratusan mahasiswa yang antusias mengikuti dialog akademik terkait hubungan bilateral dan peluang kolaborasi global.

Dalam pemaparannya, Ms. Gita Kamath menjelaskan bagaimana hubungan bilateral Australia dan Indonesia telah berkembang menjadi kemitraan strategis di berbagai sektor, mulai dari keamanan, ekonomi, perdagangan, hingga pendidikan tinggi dan riset. Ia menekankan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu pilar penting dalam mempererat hubungan kedua negara melalui berbagai program kolaboratif.

Salah satu poin utama yang menarik perhatian peserta adalah pemaparan mengenai dukungan pemerintah Australia terhadap penguatan ekosistem riset di Indonesia melalui berbagai program hibah dan kemitraan penelitian internasional. Di antaranya Program KONEKSI yang mendukung riset inovatif multisektoral, termasuk pengembangan platform kesehatan digital “HELLO STROKE” hasil kolaborasi peneliti Fakultas Kedokteran UNG bersama Monash University Australia.

Selain itu, Ms. Gita Kamath juga menjelaskan tentang Program PAIR (Partnership for Australia-Indonesia Research) yang berfokus pada penelitian bersama terkait perubahan iklim dan pengembangan masyarakat pesisir di Pulau Sulawesi. Ia mengungkapkan apresiasinya karena saat ini terdapat sembilan peneliti UNG yang telah terlibat aktif dalam jaringan riset kolaboratif tersebut.

Menurutnya, keterlibatan UNG dalam program internasional menjadi bukti meningkatnya kapasitas akademik dan kualitas riset yang dimiliki universitas di kawasan timur Indonesia. Ia juga mendorong para peneliti muda dan sivitas akademika UNG untuk terus memanfaatkan peluang kolaborasi internasional melalui pembukaan proposal riset pada putaran berikutnya.

Kuliah tamu berlangsung dinamis melalui sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Berbagai pertanyaan terkait peluang studi lanjut, kerja sama penelitian, pertukaran akademik, hingga pengembangan kapasitas mahasiswa menjadi topik yang hangat dibahas.

Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penyerahan cinderamata kepada Ms. Gita Kamath sebagai simbol persahabatan dan penguatan hubungan kerja sama antara UNG dan Australia. Suasana semakin hangat ketika beliau menutup presentasinya dengan pantun yang mengapresiasi perkembangan UNG dan harapan agar kolaborasi pendidikan Indonesia-Australia semakin erat dan berkelanjutan di masa mendatang.