Implementasi Kerja Sama: Teknik Sipil Ung Sulap Ijuk Menjadi Inovasi Eduwisata Di Pesisir Olele
Gorontalo-Implementasi kerja sama Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama masyarakat dan mitra di Desa Olele, Kabupaten Bone Bolango, menghadirkan inovasi yang menghubungkan keilmuan Teknik Sipil dengan pemberdayaan masyarakat pesisir dan pengembangan potensi eduwisata. Melalui pemanfaatan ijuk sebagai material lokal, tim pengabdian mengembangkan teknologi Green Curtain yang menjadi bagian dari penguatan kawasan Geosite Taman Laut Olele.
Implementasi kerja sama tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PPBW) Tahun Pendanaan 2026 yang memasuki tahapan monitoring dan evaluasi. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, dan dirangkaikan dengan peluncuran Buku Panduan Tiga Paket Eduwisata Geosite Olele serta serah terima produk teknologi dan inovasi kepada kelompok masyarakat mitra.
Program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Teknologi Green Curtain untuk Eduwisata Geodiversity di Geosite Taman Laut Olele Geopark Gorontalo” ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Tim pelaksana diketuai oleh Dr. Sc. Yayu Indriati Arifin, M.Si., dengan anggota Dr. Ir. Yuliyanti Kadir, S.T., M.T. dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNG, serta Ninasatifri, S.S., M.T. dan Tri Handayani, S.Pd., M.Sc. dari Universitas Ichsan Gorontalo. Dalam implementasinya, program juga melibatkan UMKM Bunga Desa pada sisi produksi dan Kelompok Usaha Wisata O'oLanga dalam pengembangan layanan wisata.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kerja sama perguruan tinggi dengan masyarakat dan mitra tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui penerapan teknologi, penguatan kapasitas kelompok usaha, pengembangan produk, serta penyusunan model layanan wisata yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Kegiatan monitoring dan evaluasi diawali dengan pemaparan capaian program oleh ketua tim, dilanjutkan dengan klarifikasi dan penilaian oleh Prof. Ningrayati Amali, Ph.D., selaku Ketua LPPM Universitas Negeri Gorontalo, serta peninjauan langsung terhadap penerapan teknologi di lapangan.
Pada tahun pertama, tim telah menerapkan enam panel Green Curtain berbahan jaring ijuk pada tiga titik pilot di kawasan Olele. Panel tersebut dirancang sebagai media rambat tanaman sekaligus sarana demonstrasi teknologi yang dapat menjadi bagian dari materi edukasi bagi wisatawan.
Pengembangan inovasi juga diarahkan pada penguatan kapasitas usaha masyarakat. Tim mendampingi mitra dalam penerapan buku kas, kartu stok, perhitungan harga pokok produksi, SOP, serta kendali mutu terhadap tiga lini produk berbasis ijuk, yaitu tali, jaring, dan panel Green Curtain.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari implementasi kerja sama karena inovasi yang dihasilkan tidak hanya berbentuk produk fisik, tetapi juga disertai penguatan tata kelola usaha. Dengan demikian, masyarakat mitra diharapkan mampu mengembangkan, mengelola, dan mempertahankan aktivitas produktif secara lebih mandiri.
Pada kesempatan yang sama, tim meluncurkan Buku Panduan Tiga Paket Eduwisata Geosite Olele sebagai acuan operasional bagi Kelompok Usaha Wisata O'oLanga. Tiga paket tersebut terdiri atas Geo Reef Discovery Olele, Green Coast Conservation Journey, serta Cultural & Community Experience.
Masing-masing paket dilengkapi materi interpretasi, SOP pelayanan dan keselamatan, formulir reservasi, log perjalanan, hingga jalur keterhubungan dengan produk masyarakat. Konsep tersebut diarahkan untuk mengembangkan wisata bahari Olele menjadi pengalaman eduwisata yang tidak hanya menawarkan aktivitas snorkeling dan diving, tetapi juga memberikan pengetahuan mengenai geodiversity, konservasi terumbu karang dan biota laut, serta pemanfaatan ijuk lokal sebagai produk bernilai tambah.
Implementasi kerja sama juga diwujudkan melalui penguatan kapasitas produksi masyarakat. Tim menyerahkan Mesin Pemintal Tali Ijuk Sistem Ganda dan Alat Pembuat Jaring Ijuk Modular kepada UMKM Bunga Desa.
Serah terima peralatan tersebut disertai transfer pengetahuan mengenai pengoperasian, keselamatan kerja, pengaturan proses produksi, pemeriksaan simpul dan mesh, proses finishing, hingga pemeliharaan alat. Transfer teknologi ini diharapkan memastikan peralatan yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat secara mandiri oleh kelompok mitra.
Dalam keseluruhan proses tersebut, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNG mengambil peran pada aspek rekayasa. Keterlibatan Dr. Ir. Yuliyanti Kadir, S.T., M.T. mencakup perancangan dan pemeriksaan struktur rangka panel Green Curtain, penyusunan SOP dan kendali mutu produksi tali serta jaring ijuk, hingga penataan jalur, aksesibilitas, dan aspek keselamatan pada rute tiga paket eduwisata.
Keterlibatan keilmuan Teknik Sipil memberikan penguatan pada aspek teknis produk dan fasilitas yang dikembangkan. Produk tali dan jaring diperiksa berdasarkan ukuran serta keseragaman mutu, sementara panel Green Curtain dikaji dari sisi kestabilan dan kelayakan pemasangannya. Aspek keselamatan pengunjung juga menjadi bagian dari perancangan jalur eduwisata.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa kompetensi Teknik Sipil memiliki ruang implementasi yang luas. Keilmuan rekayasa tidak hanya diterapkan pada pembangunan gedung, jalan, maupun konstruksi, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi teknologi tepat guna yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan kawasan wisata.
Program PPBW ini menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama yang diarahkan pada pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Pada tahun pertama, kegiatan difokuskan pada pembangunan fondasi program melalui penerapan teknologi, pengembangan produk berbasis ijuk, penyusunan SOP, penguatan sistem pencatatan usaha, serta pembentukan paket eduwisata.
Tahapan berikutnya akan diarahkan pada perluasan skala produksi, peningkatan konsistensi mutu, digitalisasi pemasaran, serta pengukuran dampak program melalui perkembangan omzet, produktivitas bulanan, jumlah wisatawan pengguna paket baru, dan transaksi digital yang dihimpun melalui sistem pencatatan bersama mitra.
Bagi Fakultas Teknik UNG, implementasi kerja sama di Desa Olele menjadi contoh bagaimana kapabilitas dosen dan keilmuan Teknik Sipil dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Material ijuk yang merupakan potensi lokal dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui pendekatan rekayasa, sementara potensi geosite dan wisata bahari diarahkan menjadi pengalaman eduwisata yang lebih terstruktur.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pelaku usaha, dan mitra tersebut menjadi wujud nyata implementasi kerja sama yang menghasilkan teknologi, peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan produk, dan penguatan potensi kawasan. Melalui pendekatan tersebut, inovasi berbasis ijuk tidak hanya menjadi produk teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat pesisir yang berkelanjutan di Olele.

