Implementasi Kerja Sama: Ung Perkuat Kurikulum Dan Sistem Penilaian Ppds Anestesiologi Dan Terapi Intensif
Gorontalo-Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) terus mengimplementasikan kerja sama akademik dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK UNHAS) melalui penguatan kurikulum dan sistem penilaian Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif. Implementasi kerja sama tersebut diwujudkan melalui Workshop “Implementasi Kurikulum, Mapping Rotasi, dan Sistem Penilaian” yang dilaksanakan secara luring di UTC Damhil dan daring, Sabtu (15/8/26).
Kegiatan ini menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama FK UNG dan FK UNHAS dalam memperkuat tata kelola serta mutu penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis. Melalui workshop tersebut, kedua institusi tidak hanya melakukan pertukaran pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga bersama-sama membahas penerapan kurikulum berbasis kompetensi, pemetaan rotasi pendidikan, capaian kompetensi, serta sistem penilaian peserta didik yang dapat diterapkan dalam penyelenggaraan PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif di FK UNG.
Workshop menghadirkan narasumber dari FK UNHAS, yakni Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. dr. Andi Muh. Takdir Musba, Sp.An-TI, Subsp.M.N.(K), Kepala Pusat Program Pendidikan Dokter Spesialis FK UNHAS Prof. dr. Firdaus Hamid, Ph.D., Sp.MK(K), MCE, serta Dosen PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNHAS Dr. dr. Haizah Nurdin, M.Kes., Sp.An-TI, Subsp.TI (K).
Dari FK UNG, kegiatan diikuti Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., Koordinator Program Studi PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif dr. Romdon Purwanto, Sp.An-KIC, serta dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FK UNG.
Implementasi kerja sama ini merupakan kelanjutan dari rangkaian penguatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola pendidikan dokter spesialis yang dilakukan FK UNG bersama FK UNHAS. Jika sebelumnya kerja sama diarahkan pada penguatan kapasitas dosen sebagai pendidik klinis, pada kegiatan kali ini kolaborasi difokuskan pada penerjemahan kurikulum ke dalam struktur rotasi pendidikan, capaian kompetensi, serta sistem asesmen peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, FK UNG bersama FK UNHAS membahas implementasi kurikulum berbasis kompetensi pada Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif. Pembahasan diarahkan pada keterkaitan antara tujuan pendidikan, capaian kompetensi, proses pembelajaran klinis, hingga metode evaluasi yang digunakan untuk memastikan kompetensi peserta didik tercapai secara bertahap.
Dosen PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNHAS, Dr. dr. Haizah Nurdin, M.Kes., Sp.An-TI, Subsp.TI (K), memberikan materi mengenai implementasi kurikulum berbasis kompetensi, penyusunan mapping rotasi pendidikan dan capaian kompetensi, serta sistem penilaian peserta didik.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai berbagai instrumen penilaian yang dapat digunakan dalam pendidikan dokter spesialis, mulai dari logbook, Entrustable Professional Activities (EPA), Workplace-Based Assessment (WPBA), Mini-CEX, DOPS, Case-Based Discussion (CBD), portofolio, hingga ujian.
Penggunaan berbagai instrumen tersebut menjadi penting karena sistem penilaian dalam pendidikan dokter spesialis tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga mencakup kemampuan klinis, profesionalisme, pengambilan keputusan, serta kemampuan peserta didik menjalankan tugas dan tanggung jawab klinis secara bertahap.
Selain penguatan sistem penilaian, kerja sama juga diimplementasikan melalui pembahasan penyusunan mapping rotasi pendidikan. Pemetaan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tahapan rotasi memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan capaian kompetensi yang harus dipenuhi peserta didik.
Melalui pemetaan yang sistematis, FK UNG diharapkan dapat memastikan adanya kesinambungan antara tahapan rotasi, pengalaman klinis, kompetensi yang harus dicapai, serta metode penilaian yang digunakan. Dengan demikian, implementasi kurikulum dapat berjalan lebih terstruktur dan terukur.
Sementara itu, Prof. dr. Firdaus Hamid, Ph.D., Sp.MK(K), MCE, memberikan pendampingan dalam penyusunan Draft Rencana Tindak Lanjut (RTL) Implementasi Kurikulum PPDS FK UNG, sekaligus penyusunan Draft Mapping Rotasi Pendidikan dan Sistem Penilaian Peserta Didik.
Pendampingan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata implementasi kerja sama antara FK UNG dan FK UNHAS. Hasil workshop tidak berhenti pada diskusi konseptual, tetapi diarahkan untuk menghasilkan rancangan tindak lanjut yang dapat digunakan FK UNG dalam memperkuat penyelenggaraan PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif.
Berbagai masukan dan pengalaman yang dibagikan FK UNHAS selanjutnya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik penyelenggaraan PPDS di FK UNG. Proses tersebut diharapkan dapat menghasilkan sistem pendidikan yang lebih terarah, terukur, dan mampu memastikan perkembangan kompetensi peserta didik terdokumentasi dengan baik.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK UNG, Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., menyampaikan bahwa penguatan kurikulum, pemetaan rotasi, dan sistem penilaian merupakan bagian penting dalam menjaga mutu pendidikan dokter spesialis.
Menurutnya, implementasi kurikulum harus memiliki arah yang jelas sehingga setiap proses pembelajaran klinis dapat memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kompetensi yang ditargetkan. Karena itu, kolaborasi dengan FK UNHAS menjadi bagian penting dalam memperoleh penguatan akademik sekaligus menyusun langkah implementasi yang relevan dengan kebutuhan PPDS FK UNG.
Sementara itu, Koordinator Program Studi PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNG, dr. Romdon Purwanto, Sp.An-KIC, menilai workshop tersebut menjadi momentum penting dalam implementasi kerja sama sekaligus penyusunan sistem pendidikan yang lebih terstruktur dan terukur.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai kurikulum dan sistem penilaian, tetapi juga mulai menyusun langkah konkret yang dapat diterapkan dalam penyelenggaraan PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif di FK UNG,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan FK UNHAS memberikan kesempatan bagi FK UNG untuk belajar dari pengalaman institusi yang telah memiliki sistem penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis yang berkembang. Pengetahuan dan pengalaman tersebut kemudian menjadi bahan dalam memperkuat sistem pendidikan PPDS di FK UNG.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi bagi dosen dan tenaga kependidikan FK UNG untuk mengidentifikasi kebutuhan implementasi kurikulum, menyelaraskan pemetaan rotasi dengan capaian kompetensi, serta memastikan sistem penilaian mampu menggambarkan perkembangan kompetensi peserta didik secara objektif dan berkelanjutan.
Bagi FK UNG, implementasi kerja sama dalam penyusunan kurikulum, mapping rotasi, dan sistem penilaian bukan sekadar pemenuhan aspek administratif, melainkan menjadi bagian dari upaya membangun fondasi akademik yang kuat dalam penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis.
Melalui workshop ini, FK UNG menargetkan tersusunnya rancangan tindak lanjut implementasi kurikulum PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif, termasuk pemetaan rotasi pendidikan dan sistem penilaian peserta didik. Rancangan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan proses pendidikan dan evaluasi kompetensi peserta didik secara lebih sistematis.
Implementasi kerja sama FK UNG dan FK UNHAS diharapkan terus berkembang melalui pendampingan, pertukaran pengalaman, serta berbagai bentuk kerja sama akademik lainnya. Keberlanjutan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen kedua institusi dalam memperkuat mutu pendidikan dokter spesialis berbasis kompetensi.
Dengan penguatan pada aspek kurikulum, rotasi, dan asesmen, FK UNG terus membangun penyelenggaraan PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus mendukung pengembangan dokter spesialis yang kompeten, profesional, serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.

