Berita

Blog Image

Implementasi Kerja Sama: Mahasiswa Kkn-Pk Ung Perkuat Kapasitas Kader Desa Melalui Penyusunan Sop Pemantauan Kesehatan Masyarakat

Gorontalo-Sebagai wujud implementasi kerja sama antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Pemerintah Desa Balahu, dan Puskesmas Tibawa dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) UNG melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas kader kesehatan melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemantauan Kesehatan Masyarakat di Desa Balahu, Kabupaten Gorontalo, Kamis (30/7/26). Kegiatan yang berlangsung di Rumah Kepala Desa Balahu tersebut dihadiri oleh Ketua PKK Desa Balahu beserta kader-kader kesehatan desa sebagai mitra utama dalam pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi kerja sama yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi kader kesehatan, tetapi juga menghasilkan pedoman kerja yang dapat digunakan secara berkelanjutan dalam mendukung pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di tingkat desa. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan puskesmas, diharapkan pelayanan kesehatan primer semakin optimal melalui pemberdayaan kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-PK UNG mendorong optimalisasi peran kader kesehatan agar tidak hanya aktif pada saat pelaksanaan Posyandu, tetapi juga mampu melakukan pemantauan kesehatan masyarakat secara rutin dan berkesinambungan. Kader diharapkan memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi kondisi kesehatan warga, melakukan pemantauan awal terhadap kelompok berisiko, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tibawa.

Ketua PKK Desa Balahu yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin melalui program KKN Profesi Kesehatan UNG. Menurutnya, peningkatan kapasitas kader melalui penyusunan SOP menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat desa. Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat serta memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa maupun tenaga kesehatan agar setiap permasalahan kesehatan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Salah satu luaran utama dari implementasi kerja sama ini adalah tersusunnya Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemantauan Kesehatan Masyarakat bagi kader kesehatan desa. SOP tersebut disusun oleh mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG berdasarkan kebutuhan lapangan serta melalui koordinasi dan telah memperoleh persetujuan dari Puskesmas Tibawa. Dokumen ini diharapkan menjadi pedoman praktis bagi kader dalam melaksanakan pemantauan kesehatan masyarakat secara lebih terarah, sistematis, dan berkesinambungan sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Materi pertama disampaikan oleh Nelsa Putri Igirisa, mahasiswa Program Studi Keperawatan, yang menjelaskan mengenai peran strategis kader kesehatan dalam mendukung pelayanan kesehatan primer berbasis masyarakat. Selanjutnya, Nurhayati Pakaya, mahasiswa Program Studi Keperawatan, memaparkan substansi SOP Pemantauan Kesehatan Masyarakat beserta mekanisme penerapannya agar dapat diimplementasikan secara efektif oleh seluruh kader kesehatan di Desa Balahu.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi yang memberikan kesempatan kepada para kader untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan berbagai kendala yang dihadapi selama menjalankan tugas di masyarakat. Diskusi tersebut menjadi ruang kolaboratif antara mahasiswa, kader kesehatan, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan dalam menyusun strategi bersama guna memperkuat sistem pemantauan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bukti nyata implementasi kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Kehadiran SOP Pemantauan Kesehatan Masyarakat diharapkan mampu meningkatkan efektivitas peran kader dalam mendeteksi dini berbagai permasalahan kesehatan sehingga tindak lanjut pelayanan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Universitas Negeri Gorontalo dalam mengimplementasikan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Sinergi antara UNG, Pemerintah Desa Balahu, Puskesmas Tibawa, serta kader kesehatan diharapkan terus berlanjut dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer dan mewujudkan masyarakat desa yang lebih sehat dan mandiri.