Implementasi Kerja Sama Ung–Unhas: Fk Ung Matangkan Program Ppds Anestesiologi Dan Terapi Intensif
Gorontalo - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mengoptimalkan implementasi kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS) melalui Fakultas Kedokteran (FK) dengan melakukan kegiatan benchmarking sebagai langkah pematangan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif. Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam memastikan kesiapan program sebelum resmi diluncurkan pada 3 Maret mendatang.
Benchmarking dilaksanakan di Fakultas Kedokteran UNHAS dan menjadi forum diskusi komprehensif yang membahas kesiapan akademik, tata kelola kelembagaan, hingga sistem pembiayaan pendidikan spesialis dan kegiatan benchmarking ini di terima langsung oleh Dekan FK UNHAS berserta seluruh jajaranya yang ada dilingkungan Fakultas Kedokteran UNHAS, Selasa (23/2/2026).
Dalam diskusi yang berlangsung intensif, FK UNHAS berbagi pengalaman dalam penyelenggaraan PPDS, khususnya Program Anestesiologi dan Terapi Intensif yang telah lebih dahulu berjalan. Pembahasan mencakup aspek kurikulum, sistem pembiayaan, akreditasi, kesiapan rumah sakit pendidikan, distribusi beban kerja residen, serta standar mutu pendidikan dokter spesialis.
Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud konkret implementasi kerja sama antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran. Menurutnya, peluncuran PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen akademik dan institusional yang harus dipersiapkan secara matang, baik dari sisi akademik maupun tata kelola keuangan.
Secara nasional, kebutuhan dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif masih tergolong tinggi, terutama di kawasan Indonesia Timur. Peran spesialis ini sangat vital dalam layanan pembedahan, perawatan intensif, hingga penanganan kegawatdaruratan medis. Melalui implementasi kerja sama dengan UNHAS, FK UNG berupaya mengadopsi praktik terbaik guna memastikan program yang akan dijalankan memenuhi standar nasional pendidikan kedokteran spesialis.
Launching PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif pada 3 Maret mendatang diharapkan menjadi tonggak penting bagi FK UNG dalam memperluas kontribusi terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan, sekaligus mendukung pemerataan tenaga medis spesialis di wilayah timur Indonesia.

