Implementasi Kerja Sama Ung Dan Bpbd Bone Bolango: Mahasiswa Kembangkan Sistem Pelaporan Bencana Berbasis Web Untuk Mempercepat Respons Darurat
Gorontalo-Implementasi kerja sama antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango terus menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan pelayanan publik. Salah satu bentuk implementasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan rancangan sistem pelaporan bencana berbasis web yang dirancang oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Jurusan Informatika, Fakultas Teknik UNG untuk mendukung percepatan respons kebencanaan di Kabupaten Bone Bolango.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam mata kuliah Analisis dan Desain Berorientasi Objek (ADBO) sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan kebutuhan mitra dengan proses akademik di perguruan tinggi. Melalui kerja sama yang telah terjalin, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung kebutuhan layanan kebencanaan sekaligus merancang solusi digital yang relevan dengan kondisi di lapangan.
Kecepatan informasi merupakan salah satu faktor penting dalam penanganan bencana. Laporan yang terlambat diterima, informasi lokasi yang kurang lengkap, maupun dokumentasi kejadian yang tidak terintegrasi dapat memengaruhi proses verifikasi dan pengambilan keputusan oleh petugas. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa melakukan kajian terhadap sistem layanan informasi yang saat ini digunakan oleh BPBD Kabupaten Bone Bolango.
Tahap awal kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara bersama pihak BPBD Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memahami alur pengelolaan informasi kebencanaan, mekanisme penerimaan laporan dari masyarakat, serta kebutuhan petugas dalam melakukan verifikasi dan tindak lanjut terhadap laporan yang masuk.
Dari hasil observasi, mahasiswa menemukan bahwa website BPBD telah dimanfaatkan sebagai media penyebaran informasi kepada masyarakat. Namun demikian, masih terdapat peluang pengembangan agar website tersebut dapat berfungsi sebagai sarana pelaporan bencana secara daring yang lebih terstruktur, cepat, dan terdokumentasi.
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, mahasiswa kemudian merancang sistem pelaporan bencana berbasis web yang memungkinkan masyarakat mengirimkan laporan kejadian secara langsung melalui platform digital. Dalam sistem yang diusulkan, masyarakat dapat memasukkan informasi lokasi kejadian, jenis bencana, deskripsi kondisi di lapangan, serta mengunggah dokumentasi pendukung berupa foto maupun informasi relevan lainnya.
Laporan yang dikirimkan selanjutnya akan masuk ke dalam sistem pengelolaan BPBD sehingga dapat segera diperiksa oleh petugas. Informasi tersebut menjadi dasar untuk melakukan verifikasi, menentukan langkah penanganan yang diperlukan, serta mendokumentasikan proses tindak lanjut secara lebih sistematis.
Untuk mendukung transparansi pelayanan, mahasiswa juga merancang fitur pemantauan status laporan. Melalui fitur ini, masyarakat dapat mengetahui perkembangan laporan yang telah disampaikan, mulai dari status diterima, dalam proses verifikasi, sedang ditangani, hingga selesai ditindaklanjuti oleh petugas.
Keberadaan fitur pemantauan status diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa laporan yang dikirimkan telah diterima dan diproses oleh BPBD. Selain itu, fitur tersebut juga dapat mengurangi kebutuhan konfirmasi berulang sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kebencanaan berbasis digital.
Dalam proses perancangannya, mahasiswa menerapkan pendekatan Analisis dan Desain Berorientasi Objek dengan menggunakan Unified Modeling Language (UML). Metode ini digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan pengguna ke dalam rancangan sistem yang terstruktur dan mudah dikembangkan pada tahap implementasi berikutnya.
Hasil kegiatan meliputi dokumen analisis sistem berjalan, identifikasi kebutuhan pengguna, rancangan sistem usulan, model UML, serta desain antarmuka pengguna. Dokumen tersebut dapat menjadi acuan bagi BPBD Kabupaten Bone Bolango apabila pengembangan sistem dilanjutkan ke tahap implementasi dan pengodean aplikasi.
Melalui pemodelan sistem yang dilakukan, mahasiswa menggambarkan hubungan antara masyarakat sebagai pelapor, petugas BPBD sebagai pengelola laporan, serta proses verifikasi dan pembaruan status penanganan bencana. Rancangan ini memastikan setiap pengguna memiliki fungsi dan hak akses yang sesuai dengan perannya masing-masing.
Selain itu, desain antarmuka sistem dirancang dengan mempertimbangkan kemudahan penggunaan. Formulir pelaporan dibuat sederhana, informatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat sehingga dapat digunakan secara efektif dalam situasi darurat yang membutuhkan respons cepat.
Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam implementasi kerja sama ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami kebutuhan transformasi digital pada sektor pemerintahan. Mereka tidak hanya belajar mengembangkan solusi teknologi, tetapi juga memahami pentingnya pelayanan publik, keamanan data, efektivitas proses bisnis, dan pengalaman pengguna dalam sebuah sistem informasi.
Kegiatan ini juga memperkuat kemampuan mahasiswa dalam melakukan observasi, wawancara, analisis kebutuhan pengguna, pemodelan sistem, serta penyusunan solusi berbasis teknologi informasi. Di sisi lain, mahasiswa memperoleh pengalaman berinteraksi dengan mitra pemerintah dan memahami tantangan nyata yang dihadapi dalam penyelenggaraan layanan publik.
Melalui implementasi kerja sama antara UNG dan BPBD Kabupaten Bone Bolango, kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Rancangan sistem pelaporan bencana berbasis web yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi salah satu referensi pengembangan layanan digital BPBD pada masa mendatang.
Apabila diimplementasikan, sistem tersebut berpotensi mempercepat penerimaan informasi kebencanaan, meningkatkan akurasi data laporan, memperkuat transparansi penanganan, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat dalam situasi darurat. Dengan demikian, kerja sama antara UNG dan BPBD Bone Bolango tidak hanya mendukung proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pelayanan kebencanaan yang lebih responsif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

