Ung Dan Bmkg Bersinergi Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa Dalam Mitigasi Bencana
Gorontalo-Dalam upaya memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjalin sinergi melalui kegiatan kunjungan edukatif mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG ke BMKG Stasiun Geofisika Gorontalo, Jumat (8/4/26).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kerja sama edukasi kebencanaan guna meningkatkan literasi dan pemahaman mahasiswa terhadap risiko bencana di Indonesia.
Kegiatan yang mengangkat tema Manajemen Bencana tersebut dihadiri oleh Kepala BMKG Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya Bidang, S.Si., M.Si., beserta tim Geofisika BMKG Stasiun Gorontalo, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Kedokteran UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., serta penanggung jawab Mata Kuliah Manajemen Bencana, dr. Muchtar Nora Ismail Siregar, Sp.JP., FIHA, dan Ryskina Fatimah Siregar, M.Keb.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pembelajaran langsung mengenai sistem mitigasi bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami yang menjadi salah satu ancaman utama di wilayah Indonesia. Sinergi antara UNG dan BMKG diharapkan mampu memperkuat kapasitas mahasiswa dalam memahami kesiapsiagaan bencana serta peran tenaga kesehatan dalam situasi kedaruratan dan penanggulangan bencana.
Dalam sesi pemaparan materi, Tim Geofisika BMKG memberikan edukasi terkait pengenalan cuaca dan iklim, termasuk mekanisme sistem peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG. Mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya informasi meteorologi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana alam guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Selain itu, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai gempa bumi dan tsunami, mulai dari faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko bencana. Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana dan meningkatkan kemampuan respons dini, khususnya di lingkungan akademik dan masyarakat.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG. Para peserta aktif berdiskusi dan melakukan tanya jawab bersama pemateri terkait mekanisme deteksi gempa, penyebaran informasi peringatan dini, hingga prosedur evakuasi saat terjadi bencana. Fakultas Kedokteran UNG menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan kesehatan dan kebencanaan di masa depan.
Melalui kunjungan edukatif ini, UNG dan BMKG berharap mahasiswa mampu meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam, sekaligus menjadi agen edukasi kebencanaan di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung penguatan pendidikan kebencanaan di perguruan tinggi guna menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi risiko bencana nasional.

