Berita

Blog Image

Hasil Implementasi Kerja Sama, Ung Dorong Riset Kolaboratif Melalui Penerimaan Proposal Riset Akselerasi Kolaboratif Perguruan Tinggi

Gorontalo - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya riset kolaboratif sebagai tindak lanjut dari berbagai kerja sama yang telah dibangun dengan perguruan tinggi dan mitra strategis. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo (LPPM), UNG resmi membuka penerimaan proposal Riset Akselerasi Kolaboratif Perguruan Tinggi (RAKPT) Pendanaan PNBP/BLU Tahun Anggaran 2026.

Pembukaan RAKPT ini merupakan hasil implementasi nyata dari kerja sama yang telah dijalin, sekaligus langkah strategis dalam mengakselerasi kolaborasi riset antarperguruan tinggi. Skema yang ditawarkan meliputi Riset Akselerasi Publikasi Nasional (RAPN) dan Riset Akselerasi Publikasi Internasional (RAPI), yang dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah dosen.

Melalui skema RAPN dan RAPI, LPPM UNG menargetkan lahirnya karya-karya ilmiah yang berdampak, baik pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat posisi institusi dalam pemeringkatan dan reputasi akademik, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi riset yang produktif dan berkelanjutan.

Pendaftaran proposal dilakukan secara daring melalui laman https://paluwala.ung.ac.id dan dibuka mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026. Seluruh pengusul diwajibkan mengikuti ketentuan dalam Buku Panduan RAKPT Tahun 2026 yang tersedia pada laman pengumuman resmi Paluwala dan LPPM. Untuk memastikan proses pengajuan berjalan tertib dan sesuai standar, LPPM juga menyediakan tutorial pengusulan proposal.

Sekretaris LPPM UNG, Hasan S. Panigoro, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa skema RAKPT dirancang untuk memperkuat ekosistem riset kolaboratif di lingkungan UNG sekaligus meningkatkan capaian publikasi dosen.

“Melalui skema RAPN dan RAPI, kami mendorong para dosen untuk menghasilkan luaran penelitian yang terarah pada publikasi berkualitas. Ini bukan hanya soal jumlah artikel, tetapi juga kualitas, relevansi, dan kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia berharap seluruh proposal yang diajukan dapat memenuhi kriteria substansi dan tata kelola sebagaimana diatur dalam panduan, sehingga proses seleksi berjalan optimal dan menghasilkan penelitian unggulan yang berdaya saing.

Pembukaan RAKPT 2026 ini menjadi momentum strategis bagi dosen dan peneliti UNG untuk mengoptimalkan hasil kerja sama yang telah terbangun, memperluas kolaborasi lintas institusi, serta mempercepat hilirisasi hasil penelitian ke dalam publikasi bereputasi.