Update Terkini

Berita

BIONIRA ZERO WASTE HADIRKAN INOVASI PENGOLAHAN LIMBAH AREN MELALUI IMPLEMENTASI KERJA SAMA DI DULAMAYO SELATAN
Umum
Umum 31 Aug 2026 0 dilihat

BIONIRA ZERO WASTE HADIRKAN INOVASI PENGOLAHAN LIMBAH AREN MELALUI IMPLEMENTASI KERJA SAMA DI DULAMAYO SELATAN

Gorontalo-Potensi limbah dari aktivitas pengolahan gula aren di Desa Dulamayo Selatan, Kabupaten Gorontalo, mulai dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui implementasi kerja sama antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan masyarakat mitra. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat BioNira Zero Waste, yang mendorong pemanfaatan limbah kolang-kaling dan kulit kolang-kaling menjadi serbuk serat Nano Fiber dan Pelet Biomassa.

 

Program bertajuk “BioNira Zero Waste: Inovasi Nano Fiber dan Pelet Biomassa Limbah Biji Nira Berbasis Pemberdayaan Karang Taruna Dulamayo Selatan” dilaksanakan oleh Rifka Anggraini Anggai, M.Farm., Dr. Dra. Ha. Sri Endang Saleh, M.Si., dan Angry Pratama Solihin, M.Sc. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek Tahun 2026.

 

Implementasi kerja sama tersebut berangkat dari pengamatan tim terhadap aktivitas pengolahan gula aren di Desa Dulamayo Selatan yang melibatkan sejumlah pengrajin dan pelaku usaha. Dari aktivitas tersebut, terdapat limbah hasil pengolahan aren yang belum dimanfaatkan secara optimal.

 

Kondisi tersebut kemudian dikembangkan menjadi peluang kolaborasi antara UNG dan Karang Taruna Desa Dulamayo Selatan sebagai mitra dalam menghadirkan inovasi berbasis konsep zero waste. Melalui kerja sama ini, masyarakat tidak hanya diarahkan untuk mengurangi limbah, tetapi juga didampingi dalam mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.

 

Bahan yang dimanfaatkan dalam program ini berasal dari limbah pengolahan gula aren, khususnya kolang-kaling dan kulit kolang-kaling. Kolang-kaling diolah menjadi serbuk serat Nano Fiber menggunakan peralatan yang diberikan kepada pengurus Karang Taruna, sedangkan kulit kolang-kaling dimanfaatkan menjadi Pelet Biomassa sebagai alternatif produk yang lebih ramah lingkungan.

 

Ketua tim pengabdian, Rifka Anggraini Anggai, menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah dilakukan melalui penerapan teknologi sekaligus pendampingan kepada mitra.

 

“Buah kolang-kaling kami olah dengan beberapa alat yang kami berikan kepada pengurus Karang Taruna untuk dijadikan serbuk serat Nano Fiber, sementara kulitnya kami jadikan Pelet Biomassa yang ramah lingkungan,” jelasnya.

 

Sebagai bagian dari implementasi kerja sama, tim UNG tidak hanya memberikan peralatan produksi, tetapi juga melakukan pendampingan secara langsung kepada mitra. Pendampingan mencakup proses pengolahan bahan baku, penggunaan peralatan, hingga penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pembuatan serbuk serat Nano Fiber dan Pelet Biomassa.

 

Kerja sama tersebut juga diarahkan pada penguatan kapasitas mitra dalam mengembangkan keberlanjutan produk. Tahapan selanjutnya mencakup pendampingan pemasaran dan digital branding melalui sejumlah platform digital, sehingga produk hasil pengolahan limbah dapat memiliki identitas dan peluang pemasaran yang lebih luas.

 

Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Karang Taruna dalam mengelola limbah secara produktif, sekaligus membangun kapasitas masyarakat dalam menghasilkan, mengembangkan, dan memasarkan produk berbasis potensi lokal.

 

“Dengan adanya ide dan inovasi, kami mengubah limbah menjadi potensi untuk membangun perekonomian di Desa Dulamayo Selatan, khususnya mitra Karang Taruna,” ujar Rifka.

 

Sementara itu, dalam kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program, Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan masyarakat mitra merupakan bagian penting dalam memastikan inovasi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata.

 

“Program ini memperlihatkan bahwa limbah yang selama ini belum dimanfaatkan dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai melalui inovasi dan pendampingan. Kami berharap teknologi dan pengetahuan yang diberikan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat,” ujarnya.

 

Melalui BioNira Zero Waste, implementasi kerja sama UNG bersama Karang Taruna Desa Dulamayo Selatan tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah dari aktivitas pengolahan gula aren, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai bahan baku produk baru.

 

Keterlibatan Karang Taruna sebagai mitra menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Dengan dukungan teknologi, pengetahuan, peralatan, dan pendampingan dari UNG, masyarakat diharapkan mampu melanjutkan proses pengolahan limbah secara mandiri sekaligus mengembangkan potensi ekonomi dari produk yang dihasilkan.

 

Pengembangan Nano Fiber dan Pelet Biomassa melalui BioNira Zero Waste diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pengelolaan limbah aren berbasis masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat kontribusi UNG dalam pemberdayaan masyarakat Desa Dulamayo Selatan.