Gorontalo-Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Negeri Gorontalo (FEB UNG) mewujudkan implementasi kerja
sama dengan Pemerintah Desa Panggulo Barat melalui pelaksanaan delapan program
pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Jurusan Pendidikan Ekonomi di
Desa Panggulo Barat, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango.
Implementasi kerja sama tersebut
dilaksanakan, Kamis (17/9/26) pukul 13.00–17.00 WITA, bertempat
di Aula Kantor Desa Panggulo Barat. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata
kontribusi FEB UNG dalam menerjemahkan kerja sama kelembagaan ke dalam program
yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Mengusung semangat kolaborasi antara
perguruan tinggi dan masyarakat, delapan program pemberdayaan yang dilaksanakan
Jurusan Pendidikan Ekonomi diarahkan pada sejumlah kebutuhan masyarakat,
khususnya penguatan kapasitas UMKM, digitalisasi usaha, pemanfaatan teknologi
kecerdasan buatan (AI), pengembangan potensi lokal, pemasaran digital,
ketahanan pangan, serta pencegahan stunting.
Delapan program tersebut meliputi
edukasi digital marketing bagi UMKM, pemanfaatan ChatGPT untuk kreativitas
konten pemasaran, digitalisasi UMKM berbasis kearifan lokal, strategi pemasaran
melalui media sosial, transformasi digital melalui media sosial dan
marketplace, pemanfaatan e-commerce untuk ekspansi pasar, hilirisasi pekarangan
pangan berbasis inovasi produk dan pemasaran digital, serta pemberdayaan remaja
melalui inovasi produk olahan daun kelor untuk mendukung pencegahan stunting.
Sebagai salah satu program utama,
Jurusan Pendidikan Ekonomi melaksanakan Edukasi Digital Marketing bagi UMKM
Desa Panggulo Barat. Program ini diketuai oleh Radia Hafid, dengan anggota
Frahmawati Bumulo, Fatmawaty Damiti, dan Neva Lionitha Ibrahim. Program
tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama yang diarahkan untuk
meningkatkan pemahaman pelaku UMKM dalam memanfaatkan strategi pemasaran
digital.
Implementasi kerja sama juga
diwujudkan melalui program Optimalisasi Pemanfaatan AI ChatGPT sebagai Asisten
Digital dalam Meningkatkan Kreativitas Konten Pemasaran bagi Pelaku UMKM Desa
Panggulo Barat, Kecamatan Botupingge. Program ini diketuai Febriani Pioke,
dengan anggota Ratna Ahmad dan Neva Lionitha Ibrahim.
Melalui program tersebut, masyarakat
diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi AI sebagai salah satu instrumen
pendukung dalam menghasilkan ide dan mengembangkan konten pemasaran yang lebih
kreatif sesuai kebutuhan usaha.
Selanjutnya, penguatan ekonomi
berbasis potensi lokal dilakukan melalui program Pendampingan Digitalisasi UMKM
Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Ekonomi Berkelanjutan di Desa Panggulo
Barat, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango. Program yang diketuai
Cristian Polamolo, bersama anggota Agil Bahsoan, Abdulrahim Maruwae, dan
Yulianti Toralawe, diarahkan untuk mendorong pelaku usaha memanfaatkan potensi
lokal melalui pendekatan digital.
Aspek pemasaran melalui media sosial
diperkuat melalui program Pemanfaatan Media Sosial melalui Edukasi Digital
Marketing untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM di Desa Panggulo Barat, Kecamatan
Botupingge, Kabupaten Bone Bolango. Program ini diketuai Maya Novrita Dama,
dengan anggota Wulan Mayasari Tambengi, Risca Marsanti Halid, dan Fatmawaty
Damiti.
Sementara itu, transformasi kanal
pemasaran UMKM menjadi fokus program Transformasi Digital UMKM Desa Panggulo
Barat melalui Pemanfaatan Media Sosial dan Marketplace yang diketuai Meyko
Panigoro, bersama Fazri Mohehu, Nurlinda, Yunus, dan Salwaa Ardhiah Mohamad.
Penguatan akses UMKM terhadap pasar
digital juga dilakukan melalui program Pemanfaatan E-commerce sebagai Strategi
Ekspansi Pasar Digital UMKM di Desa Panggulo Barat. Program tersebut diketuai
Imam Prawiranegara Gani, dengan anggota Sudirman dan Ardiansyah.
Tidak hanya berfokus pada
digitalisasi dan penguatan UMKM, implementasi kerja sama FEB UNG dengan Desa
Panggulo Barat juga mencakup pemberdayaan masyarakat melalui sektor pangan dan
ekonomi keluarga. Hal tersebut diwujudkan melalui program Pemberdayaan Masyarakat
melalui Hilirisasi Pekarangan Pangan Berbasis Inovasi Produk dan Pemasaran
Digital untuk Penguatan Ketahanan Pangan, Ekonomi Keluarga, dan Pencegahan
Stunting di Desa Panggulo Barat, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango.
Program tersebut diketuai Roy
Hasiru, dengan anggota Mamang Kasim dan Agil Bahsoan. Kegiatan ini
mengintegrasikan pemanfaatan pekarangan, inovasi produk, pemasaran digital,
penguatan ekonomi keluarga, dan upaya pencegahan stunting.
Program kedelapan diarahkan pada
pemberdayaan generasi muda melalui Pemberdayaan Remaja melalui Inovasi Produk
Olahan Daun Kelor untuk Mendukung Pencegahan Stunting di Desa Panggulo,
Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango. Program ini diketuai Melizubaida
Mahmud, dengan anggota Wulan Mayasari Tambengi, Neva Lionitha Ibrahim, dan
Rierind Koniyo.
Pelaksanaan delapan program tersebut
menunjukkan bahwa implementasi kerja sama FEB UNG dengan Desa Panggulo Barat
tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi diterjemahkan ke dalam
kegiatan pemberdayaan yang menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat.
Beragam program yang dilaksanakan
memperlihatkan pendekatan multidimensi Jurusan Pendidikan Ekonomi dalam
menjalankan tridarma perguruan tinggi. Digital marketing tidak hanya
ditempatkan sebagai kemampuan menggunakan media sosial, tetapi diarahkan untuk
membantu masyarakat membangun identitas usaha, menghasilkan konten kreatif,
memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing UMKM.
Pemanfaatan AI, marketplace, dan
e-commerce juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan masyarakat pada
ekosistem ekonomi digital. Pendekatan tersebut kemudian dipadukan dengan
pengembangan potensi lokal melalui kearifan lokal, inovasi produk pangan,
pemanfaatan daun kelor, dan optimalisasi pekarangan.
Melalui implementasi kerja sama
tersebut, FEB UNG berupaya menghadirkan kontribusi akademik yang relevan dengan
kebutuhan masyarakat. Pengetahuan dan keahlian yang dikembangkan di lingkungan
perguruan tinggi diterjemahkan ke dalam program pemberdayaan yang dapat diterapkan
secara langsung oleh masyarakat Desa Panggulo Barat.
Kolaborasi ini sekaligus menjadikan Desa Panggulo Barat sebagai ruang pengabdian dan pembelajaran bagi civitas akademika FEB UNG dalam memahami sekaligus merespons dinamika ekonomi masyarakat. Melalui delapan program pemberdayaan tersebut, kerja sama diharapkan dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi penguatan kapasitas masyarakat serta pengembangan potensi ekonomi Desa Panggulo Barat.