Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA, FK UNG-FK UMGO-IDI GORONTALO PERKUAT KOMPETENSI DOKTER MELALUI WORKSHOP CASE REPORT
Kerjasama
Kerjasama 19 Aug 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA, FK UNG-FK UMGO-IDI GORONTALO PERKUAT KOMPETENSI DOKTER MELALUI WORKSHOP CASE REPORT

Gorontalo-Implementasi kerja sama antara Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG), Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo (FK UMGO), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Case Report. Kegiatan ini menjadi langkah kolaboratif dalam memperkuat kompetensi dokter, khususnya dalam mendokumentasikan pengalaman klinis menjadi karya ilmiah yang dapat dikembangkan untuk publikasi.

 

Workshop yang berlangsung pada Minggu, 16 Agustus 2026, di Aston Hotel Gorontalo tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua IDI Wilayah Gorontalo, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N., FISHQua. Kegiatan turut dihadiri Dekan FK UNG Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K., beserta jajaran pimpinan FK UNG, serta Dekan FK UMGO Dr. dr. Irwin Aras, M.Med.Ed., M.Epid., bersama jajaran pimpinan FK UMGO.

 

Kolaborasi antara institusi pendidikan kedokteran dan organisasi profesi ini menjadi bentuk nyata implementasi kerja sama dalam pengembangan kompetensi akademik dan profesional dokter di Gorontalo. Melalui kegiatan tersebut, ketiga institusi tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga mendorong peserta menghasilkan output konkret berupa artikel case report yang dapat dikembangkan menuju publikasi ilmiah.

 

Workshop ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 20 Juni 2026. Pada pelaksanaan kali ini, peserta mengimplementasikan materi yang telah diperoleh dengan membawa kasus klinis masing-masing untuk dikembangkan menjadi sebuah artikel case report. Dengan demikian, kerja sama yang dibangun diarahkan pada kegiatan yang berkelanjutan dan menghasilkan luaran yang dapat diukur.

 

Narasumber kegiatan, dr. Muhammad Faruk, Sp.B., memberikan materi “How to Write a Case Report” serta pemanfaatan prompt Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam proses penyusunan laporan kasus. Peserta diperkenalkan dengan struktur utama case report, mulai dari abstrak dan kata kunci, pendahuluan, presentasi kasus, diskusi, hingga kesimpulan.

 

Dalam penyusunan kasus, peserta diarahkan untuk menyajikan informasi secara kronologis dan sistematis, meliputi informasi klinis yang relevan, pemeriksaan, hasil investigasi, diagnosis, tata laksana, luaran, hingga tindak lanjut pasien. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih kasus yang memiliki nilai pembelajaran, unsur kebaruan, maupun temuan klinis yang relevan bagi komunitas medis.

 

Selain penulisan case report, peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan AI dalam penyusunan karya ilmiah. Peserta diperkenalkan dengan teknik formulasi prompt yang mencakup konteks, instruksi, format penulisan, dan tone akademik. Pemanfaatan pedoman seperti SCARE (Surgical CAse REport) maupun PROCESS (Preferred Reporting Of CasE Series in Surgery) juga diperkenalkan sesuai dengan karakteristik laporan kasus yang dikembangkan.

 

Pemanfaatan AI dalam kegiatan tersebut tetap ditempatkan sebagai alat bantu dalam proses akademik. Peserta ditekankan untuk melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang dihasilkan AI, terutama yang berkaitan dengan data klinis, hasil laboratorium, serta referensi ilmiah. Langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa naskah yang dihasilkan tetap memiliki validitas akademik dan ilmiah.

 

Pada sesi praktik, peserta secara langsung mengembangkan kasus masing-masing dengan menerapkan materi yang telah diperoleh. Tahapan praktik mencakup identifikasi kasus dan informed consent, penelusuran referensi, penentuan judul, penyusunan pendahuluan, presentasi kasus, diskusi, kesimpulan, hingga abstrak dan kata kunci.

 

Keterlibatan pimpinan FK UNG, FK UMGO, dan IDI Wilayah Gorontalo dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membangun ekosistem akademik dan profesi kedokteran yang lebih produktif. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi lanjutan dalam pengembangan kompetensi, penelitian, dan publikasi ilmiah.

 

Bagi FK UNG, implementasi kerja sama ini sekaligus memperkuat peran fakultas dalam pengembangan kompetensi dokter yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan klinis, tetapi juga pada kemampuan menghasilkan karya ilmiah. Pengalaman klinis yang dimiliki dokter dapat diolah menjadi pengetahuan terdokumentasi yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu kedokteran.

 

Melalui kolaborasi FK UNG, FK UMGO, dan IDI Wilayah Gorontalo, Workshop Case Report diharapkan menjadi bagian dari kerja sama yang berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah di Gorontalo. Artikel case report yang dikembangkan peserta menjadi salah satu luaran nyata bahwa implementasi kerja sama diarahkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan karya yang dapat dikembangkan dan dipublikasikan pada jurnal ilmiah yang sesuai.