Gorontalo-Implementasi
kerja sama antara Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG),
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo (FK UMGO), dan Ikatan
Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo diwujudkan melalui penyelenggaraan
Workshop Case Report. Kegiatan ini menjadi langkah kolaboratif dalam memperkuat
kompetensi dokter, khususnya dalam mendokumentasikan pengalaman klinis menjadi
karya ilmiah yang dapat dikembangkan untuk publikasi.
Workshop yang
berlangsung pada Minggu, 16 Agustus 2026, di Aston Hotel Gorontalo tersebut
dibuka secara resmi oleh Ketua IDI Wilayah Gorontalo, Dr. dr. Muhammad Isman
Jusuf, Sp.N., FISHQua. Kegiatan turut dihadiri Dekan FK UNG Dr. dr. Cecy Rahma
Karim, Sp.G.K., beserta jajaran pimpinan FK UNG, serta Dekan FK UMGO Dr. dr.
Irwin Aras, M.Med.Ed., M.Epid., bersama jajaran pimpinan FK UMGO.
Kolaborasi antara
institusi pendidikan kedokteran dan organisasi profesi ini menjadi bentuk nyata
implementasi kerja sama dalam pengembangan kompetensi akademik dan profesional
dokter di Gorontalo. Melalui kegiatan tersebut, ketiga institusi tidak hanya
berbagi pengetahuan, tetapi juga mendorong peserta menghasilkan output konkret
berupa artikel case report yang dapat dikembangkan menuju publikasi ilmiah.
Workshop ini merupakan
tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 20 Juni
2026. Pada pelaksanaan kali ini, peserta mengimplementasikan materi yang telah
diperoleh dengan membawa kasus klinis masing-masing untuk dikembangkan menjadi
sebuah artikel case report. Dengan demikian, kerja sama yang dibangun diarahkan
pada kegiatan yang berkelanjutan dan menghasilkan luaran yang dapat diukur.
Narasumber kegiatan,
dr. Muhammad Faruk, Sp.B., memberikan materi “How to Write a Case Report” serta
pemanfaatan prompt Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam proses
penyusunan laporan kasus. Peserta diperkenalkan dengan struktur utama case
report, mulai dari abstrak dan kata kunci, pendahuluan, presentasi kasus,
diskusi, hingga kesimpulan.
Dalam penyusunan kasus,
peserta diarahkan untuk menyajikan informasi secara kronologis dan sistematis,
meliputi informasi klinis yang relevan, pemeriksaan, hasil investigasi,
diagnosis, tata laksana, luaran, hingga tindak lanjut pasien. Peserta juga
diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih kasus yang memiliki nilai
pembelajaran, unsur kebaruan, maupun temuan klinis yang relevan bagi komunitas
medis.
Selain penulisan case
report, peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan AI dalam penyusunan
karya ilmiah. Peserta diperkenalkan dengan teknik formulasi prompt yang
mencakup konteks, instruksi, format penulisan, dan tone akademik. Pemanfaatan
pedoman seperti SCARE (Surgical CAse REport) maupun PROCESS (Preferred
Reporting Of CasE Series in Surgery) juga diperkenalkan sesuai dengan
karakteristik laporan kasus yang dikembangkan.
Pemanfaatan AI dalam
kegiatan tersebut tetap ditempatkan sebagai alat bantu dalam proses akademik.
Peserta ditekankan untuk melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang
dihasilkan AI, terutama yang berkaitan dengan data klinis, hasil laboratorium,
serta referensi ilmiah. Langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa naskah
yang dihasilkan tetap memiliki validitas akademik dan ilmiah.
Pada sesi praktik,
peserta secara langsung mengembangkan kasus masing-masing dengan menerapkan
materi yang telah diperoleh. Tahapan praktik mencakup identifikasi kasus dan
informed consent, penelusuran referensi, penentuan judul, penyusunan
pendahuluan, presentasi kasus, diskusi, kesimpulan, hingga abstrak dan kata
kunci.
Keterlibatan pimpinan
FK UNG, FK UMGO, dan IDI Wilayah Gorontalo dalam kegiatan ini menunjukkan
komitmen bersama untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membangun
ekosistem akademik dan profesi kedokteran yang lebih produktif. Sinergi
tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi lanjutan dalam pengembangan
kompetensi, penelitian, dan publikasi ilmiah.
Bagi FK UNG,
implementasi kerja sama ini sekaligus memperkuat peran fakultas dalam
pengembangan kompetensi dokter yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan
klinis, tetapi juga pada kemampuan menghasilkan karya ilmiah. Pengalaman klinis
yang dimiliki dokter dapat diolah menjadi pengetahuan terdokumentasi yang
bermanfaat bagi pengembangan ilmu kedokteran.
Melalui kolaborasi FK
UNG, FK UMGO, dan IDI Wilayah Gorontalo, Workshop Case Report diharapkan
menjadi bagian dari kerja sama yang berkelanjutan dalam meningkatkan
produktivitas publikasi ilmiah di Gorontalo. Artikel case report yang
dikembangkan peserta menjadi salah satu luaran nyata bahwa implementasi kerja
sama diarahkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan
karya yang dapat dikembangkan dan dipublikasikan pada jurnal ilmiah yang
sesuai.