Gorontalo-Fakultas Sastra dan Budaya
(FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat internasionalisasi
pendidikan melalui implementasi kerja sama internasional di bidang pendidikan.
Salah satu wujud nyata implementasi tersebut ditandai dengan diterimanya
mahasiswa asing asal Timor-Leste untuk menempuh pendidikan pada Program Studi
Pendidikan Bahasa Inggris FSB UNG, Senin (21/9/26).
Mahasiswa tersebut adalah Nevio
Filipe De Jesus Ximenes, mahasiswa reguler asal Timor-Leste yang akan menempuh
pendidikan pada Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra dan Budaya
UNG. Nevio tercatat sebagai penerima Beasiswa Afirmasi dengan masa studi
maksimal hingga delapan semester.
Penerimaan Nevio menjadi bagian dari
implementasi kerja sama internasional UNG dalam membuka akses pendidikan tinggi
bagi mahasiswa dari negara lain. Kehadiran mahasiswa asal Timor-Leste tersebut
sekaligus memperluas ruang interaksi akademik lintas negara dan memperkuat
lingkungan pembelajaran yang berorientasi global di FSB UNG.
Proses penerimaan mahasiswa asing
tersebut turut dihadiri oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik Dr. Salam, S.Pd.,
M.Pd., Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum Zulkifli Tanipu, S.Pd., M.A.,
Ph.D., serta Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Herson Kadir,
S.Pd., M.Pd. Kehadiran jajaran pimpinan fakultas tersebut menunjukkan komitmen
FSB UNG dalam memastikan implementasi kerja sama internasional berjalan dengan
baik, termasuk melalui dukungan akademik dan kemahasiswaan bagi mahasiswa asing
sejak awal masa studi.
Melalui penerimaan mahasiswa
internasional, FSB UNG tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa
dari luar negeri, tetapi juga menghadirkan ruang pertukaran pengalaman, bahasa,
budaya, dan wawasan bagi sivitas akademika. Interaksi antara mahasiswa
Indonesia dan mahasiswa asal Timor-Leste diharapkan dapat memperkaya proses
pembelajaran sekaligus membangun pengalaman akademik lintas budaya.
Perwakilan Biro Akademik,
Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) UNG, Zumriaty Husain Mohamad, S.Pd.,
M.Pd., menjelaskan bahwa sebagai penerima Beasiswa Afirmasi, mahasiswa
memperoleh hak dan dukungan sesuai dengan ketentuan serta skema beasiswa yang
berlaku.
Menurutnya, dukungan tersebut
diberikan untuk memastikan mahasiswa penerima beasiswa dapat mengikuti proses
pendidikan dengan baik hingga menyelesaikan studinya sesuai ketentuan.
“Mahasiswa penerima Beasiswa
Afirmasi memiliki hak untuk mendapatkan dukungan pendidikan sesuai dengan
ketentuan program beasiswa yang berlaku, seperti bantuan biaya pendidikan
(UKT/SPP), iuran pengembangan institusi, bantuan biaya hidup bulanan, serta fasilitas
tambahan seperti dukungan asrama, visa, dan izin tinggal,” jelas Zumriaty.
Selain memperoleh hak sesuai dengan
ketentuan program beasiswa, mahasiswa juga memiliki kewajiban untuk mengikuti
seluruh ketentuan akademik dan administrasi serta menjaga prestasi dan
keberlangsungan studinya.
Ia menambahkan, mahasiswa penerima
beasiswa juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti proses
pembelajaran, memanfaatkan layanan akademik dan kemahasiswaan, serta
mengembangkan potensi melalui berbagai aktivitas yang tersedia di lingkungan
universitas.
Sementara itu, Ketua Jurusan
Pendidikan Bahasa Inggris FSB UNG, Dr. Magvirah El Walidayni Kau, S.Pd., M.Pd.,
menyambut baik kehadiran Nevio sebagai bagian dari implementasi kerja sama
internasional sekaligus keluarga besar Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa
asal Timor-Leste akan memberikan pengalaman akademik yang lebih beragam bagi
mahasiswa maupun dosen.
“Kami menyambut dengan sangat baik
kehadiran Nevio Filipe De Jesus Ximenes di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.
Kehadiran mahasiswa dari Timor-Leste tentu memberikan warna baru dalam
lingkungan akademik dan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun
interaksi serta pengalaman lintas budaya,” ujar Dr. Magvirah.
Ia menegaskan, pihak jurusan akan
memberikan pendampingan agar Nevio dapat beradaptasi dengan lingkungan
akademik, sistem pembelajaran, serta kehidupan kampus di UNG.
“Kami berharap Nevio dapat mengikuti
seluruh proses perkuliahan dengan baik, aktif dalam kegiatan akademik maupun
kemahasiswaan, serta dapat menyelesaikan pendidikan sesuai dengan target yang
telah ditetapkan. Kami juga mendorong terjadinya interaksi positif antara
mahasiswa internasional dengan mahasiswa FSB lainnya,” tambahnya.
Dekan FSB UNG, Prof. Dra. Nonny
Basalama, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa asal Timor-Leste
merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama internasional yang turut
memperkuat agenda internasionalisasi FSB UNG.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa
asing di lingkungan fakultas tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi
bagi mahasiswa internasional, tetapi juga membuka peluang bagi sivitas
akademika untuk memperoleh pengalaman akademik dan interaksi lintas budaya.
“Bagi FSB UNG, kehadiran mahasiswa dari
Timor-Leste menjadi peluang untuk memperluas pengalaman akademik mahasiswa
sekaligus memperkenalkan kekayaan bahasa, sastra, seni, dan budaya Indonesia,
khususnya Gorontalo, kepada mahasiswa internasional,” ujar Prof. Nonny.
Ia menambahkan, selama menempuh
pendidikan di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris hingga maksimal delapan
semester, Nevio diharapkan dapat mengembangkan kompetensi akademik dan
profesional sekaligus memperoleh pengalaman berharga selama menjadi bagian dari
keluarga besar FSB UNG.
“Kehadiran mahasiswa asing ini
sekaligus menegaskan komitmen FSB UNG untuk terus mengimplementasikan kerja
sama internasional melalui penyelenggaraan pendidikan yang terbuka, inklusif,
dan berorientasi global,” tandasnya.