Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA INTERNASIONAL, FSB UNG PERLUAS AKSES MAHASISWA ASING DI PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
Umum
Umum 22 Sep 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA INTERNASIONAL, FSB UNG PERLUAS AKSES MAHASISWA ASING DI PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

Gorontalo-Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat internasionalisasi pendidikan melalui implementasi kerja sama internasional di bidang pendidikan. Salah satu wujud nyata implementasi tersebut ditandai dengan diterimanya mahasiswa asing asal Timor-Leste untuk menempuh pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FSB UNG, Senin (21/9/26).

 

Mahasiswa tersebut adalah Nevio Filipe De Jesus Ximenes, mahasiswa reguler asal Timor-Leste yang akan menempuh pendidikan pada Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra dan Budaya UNG. Nevio tercatat sebagai penerima Beasiswa Afirmasi dengan masa studi maksimal hingga delapan semester.

 

Penerimaan Nevio menjadi bagian dari implementasi kerja sama internasional UNG dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari negara lain. Kehadiran mahasiswa asal Timor-Leste tersebut sekaligus memperluas ruang interaksi akademik lintas negara dan memperkuat lingkungan pembelajaran yang berorientasi global di FSB UNG.

 

Proses penerimaan mahasiswa asing tersebut turut dihadiri oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik Dr. Salam, S.Pd., M.Pd., Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum Zulkifli Tanipu, S.Pd., M.A., Ph.D., serta Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Herson Kadir, S.Pd., M.Pd. Kehadiran jajaran pimpinan fakultas tersebut menunjukkan komitmen FSB UNG dalam memastikan implementasi kerja sama internasional berjalan dengan baik, termasuk melalui dukungan akademik dan kemahasiswaan bagi mahasiswa asing sejak awal masa studi.

 

Melalui penerimaan mahasiswa internasional, FSB UNG tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa dari luar negeri, tetapi juga menghadirkan ruang pertukaran pengalaman, bahasa, budaya, dan wawasan bagi sivitas akademika. Interaksi antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa asal Timor-Leste diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran sekaligus membangun pengalaman akademik lintas budaya.

 

Perwakilan Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) UNG, Zumriaty Husain Mohamad, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa sebagai penerima Beasiswa Afirmasi, mahasiswa memperoleh hak dan dukungan sesuai dengan ketentuan serta skema beasiswa yang berlaku.

 

Menurutnya, dukungan tersebut diberikan untuk memastikan mahasiswa penerima beasiswa dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik hingga menyelesaikan studinya sesuai ketentuan.

 

“Mahasiswa penerima Beasiswa Afirmasi memiliki hak untuk mendapatkan dukungan pendidikan sesuai dengan ketentuan program beasiswa yang berlaku, seperti bantuan biaya pendidikan (UKT/SPP), iuran pengembangan institusi, bantuan biaya hidup bulanan, serta fasilitas tambahan seperti dukungan asrama, visa, dan izin tinggal,” jelas Zumriaty.

 

Selain memperoleh hak sesuai dengan ketentuan program beasiswa, mahasiswa juga memiliki kewajiban untuk mengikuti seluruh ketentuan akademik dan administrasi serta menjaga prestasi dan keberlangsungan studinya.

 

Ia menambahkan, mahasiswa penerima beasiswa juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti proses pembelajaran, memanfaatkan layanan akademik dan kemahasiswaan, serta mengembangkan potensi melalui berbagai aktivitas yang tersedia di lingkungan universitas.

 

Sementara itu, Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FSB UNG, Dr. Magvirah El Walidayni Kau, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kehadiran Nevio sebagai bagian dari implementasi kerja sama internasional sekaligus keluarga besar Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.

 

Menurutnya, keberadaan mahasiswa asal Timor-Leste akan memberikan pengalaman akademik yang lebih beragam bagi mahasiswa maupun dosen.

 

“Kami menyambut dengan sangat baik kehadiran Nevio Filipe De Jesus Ximenes di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Kehadiran mahasiswa dari Timor-Leste tentu memberikan warna baru dalam lingkungan akademik dan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun interaksi serta pengalaman lintas budaya,” ujar Dr. Magvirah.

 

Ia menegaskan, pihak jurusan akan memberikan pendampingan agar Nevio dapat beradaptasi dengan lingkungan akademik, sistem pembelajaran, serta kehidupan kampus di UNG.

 

“Kami berharap Nevio dapat mengikuti seluruh proses perkuliahan dengan baik, aktif dalam kegiatan akademik maupun kemahasiswaan, serta dapat menyelesaikan pendidikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Kami juga mendorong terjadinya interaksi positif antara mahasiswa internasional dengan mahasiswa FSB lainnya,” tambahnya.

 

Dekan FSB UNG, Prof. Dra. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa asal Timor-Leste merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama internasional yang turut memperkuat agenda internasionalisasi FSB UNG.

 

Menurutnya, keberadaan mahasiswa asing di lingkungan fakultas tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa internasional, tetapi juga membuka peluang bagi sivitas akademika untuk memperoleh pengalaman akademik dan interaksi lintas budaya.

 

“Bagi FSB UNG, kehadiran mahasiswa dari Timor-Leste menjadi peluang untuk memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus memperkenalkan kekayaan bahasa, sastra, seni, dan budaya Indonesia, khususnya Gorontalo, kepada mahasiswa internasional,” ujar Prof. Nonny.

 

Ia menambahkan, selama menempuh pendidikan di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris hingga maksimal delapan semester, Nevio diharapkan dapat mengembangkan kompetensi akademik dan profesional sekaligus memperoleh pengalaman berharga selama menjadi bagian dari keluarga besar FSB UNG.

 

“Kehadiran mahasiswa asing ini sekaligus menegaskan komitmen FSB UNG untuk terus mengimplementasikan kerja sama internasional melalui penyelenggaraan pendidikan yang terbuka, inklusif, dan berorientasi global,” tandasnya.

 

Implementasi kerja sama internasional melalui penerimaan mahasiswa asing tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk menempuh pendidikan di UNG, sekaligus memperkuat posisi FSB UNG dalam membangun lingkungan akademik yang berdaya saing global.