Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: KKN-PK UNG GELAR MINI POSYANDU DI RUMAH WARGA DESA TOLOTIO
Umum
Umum 20 Aug 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: KKN-PK UNG GELAR MINI POSYANDU DI RUMAH WARGA DESA TOLOTIO

Gorontalo-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama kader Posyandu Desa Tolotio, Kabupaten Gorontalo, mengimplementasikan kerja sama dalam mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat melalui kegiatan Mini Posyandu bagi ibu hamil, Rabu (19/8/26).

 

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 13.00 WITA tersebut dilaksanakan dengan pendekatan pelayanan langsung dari rumah ke rumah. Sebanyak 12 ibu hamil di Desa Tolotio menjadi peserta dalam kegiatan yang dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan sekaligus edukasi secara lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal masyarakat.

 

Implementasi kerja sama ini mempertemukan peran mahasiswa KKN-PK UNG dengan kader Posyandu dalam memberikan pendampingan kepada ibu hamil. Mahasiswa bersama kader melakukan kunjungan ke rumah peserta, pendataan, pemantauan kondisi kesehatan, serta memberikan edukasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing ibu hamil.

 

Koordinator Desa KKN-PK UNG menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

 

“Kegiatan ini kami laksanakan bagi seluruh ibu hamil yang ada di Desa Tolotio dengan memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Pelaksanaan Mini Posyandu diawali dengan kunjungan ke rumah ibu hamil yang sebelumnya telah terdata oleh kader Posyandu. Mahasiswa KKN-PK UNG bersama kader menggali informasi mengenai kondisi kehamilan serta keluhan yang dirasakan peserta. Selanjutnya, dilakukan pemantauan kondisi kesehatan melalui sejumlah pemeriksaan sebagai bagian dari skrining kesehatan.

 

Pemeriksaan yang diberikan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Hasil pemeriksaan menjadi informasi awal untuk membantu mengenali kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Apabila ditemukan keluhan atau hasil pemeriksaan yang memerlukan penanganan, peserta diarahkan untuk berkonsultasi dan memperoleh pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan.

 

Selain pemeriksaan kesehatan, mahasiswa KKN-PK UNG dan kader Posyandu juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan, penerapan pola hidup sehat, kecukupan waktu istirahat, serta pemeriksaan kehamilan secara rutin.

 

Edukasi turut mencakup pemahaman mengenai tanda-tanda selama kehamilan yang perlu segera dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan. Penyampaian dilakukan secara komunikatif sehingga ibu hamil dapat menyampaikan pertanyaan maupun keluhan yang dialami selama masa kehamilan.

 

Pendekatan pelayanan dari rumah ke rumah menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi peserta untuk berdiskusi mengenai kondisi kehamilan. Kolaborasi mahasiswa KKN-PK UNG dan kader Posyandu juga memungkinkan pemantauan dilakukan secara lebih dekat sekaligus memperkuat peran kader dalam mendampingi kesehatan ibu hamil di tingkat desa.

 

Bagi mahasiswa KKN-PK UNG, kegiatan Mini Posyandu menjadi bagian dari implementasi keilmuan kesehatan di tengah masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif. Sementara bagi kader Posyandu, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk penguatan pendampingan dan pemantauan kesehatan ibu hamil secara berkelanjutan.

 

Melalui implementasi kerja sama tersebut, KKN-PK UNG bersama kader Posyandu berharap ibu hamil di Desa Tolotio semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan, melakukan pemeriksaan secara berkala, serta lebih aktif memantau kondisi kesehatan diri dan janinnya.

 

Kegiatan Mini Posyandu ditutup dengan penyampaian pesan kesehatan dan pendokumentasian bersama ibu hamil serta kader Posyandu Desa Tolotio. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kesadaran kesehatan ibu hamil di tingkat desa.