Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: KKN-PK UNG HADIRKAN BUSA-BALI BUMIL, INOVASI PERKUAT DETEKSI DINI RISIKO KEHAMILAN
Umum
Umum 19 Aug 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: KKN-PK UNG HADIRKAN BUSA-BALI BUMIL, INOVASI PERKUAT DETEKSI DINI RISIKO KEHAMILAN

Gorontalo-Upaya memperkuat kesehatan ibu dan anak melalui edukasi berbasis masyarakat terus dilakukan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui implementasi kerja sama dengan pemerintah desa dan unsur kesehatan di wilayah pelaksanaan KKN. Salah satunya diwujudkan mahasiswa KKN Profesi Kesehatan (KKN-PK) UNG melalui program BUSA-BALI BUMIL (Buku Saku dan Lembar Balik Deteksi Dini Risiko Tinggi Kehamilan: Penguatan Peran Keluarga dalam Pendampingan Ibu Hamil) yang dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, bertempat di Kantor Puskesmas Pembantu Desa Pentadio Timur.

 

Program BUSA-BALI BUMIL menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama antara mahasiswa KKN-PK UNG dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta masyarakat dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan ibu dan anak. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

 

Program ini menekankan penguatan peran keluarga sebagai pendamping utama ibu hamil. Keterlibatan suami, keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat dinilai penting dalam membantu mengenali faktor risiko serta tanda bahaya kehamilan sehingga langkah pertolongan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

 

Melalui media edukasi berupa Buku Saku dan Lembar Balik, ibu hamil, keluarga, pendamping, kader kesehatan, dan masyarakat memperoleh informasi praktis mengenai faktor risiko kehamilan, tanda bahaya yang perlu diwaspadai, serta langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan.

 

Pelaksanaan program tersebut turut melibatkan Kepala Desa Pentadio Timur, Rahman Adam, S.H., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), bidan desa, kader kesehatan, ibu hamil beserta pendamping, serta masyarakat Desa Pentadio Timur. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dari implementasi kerja sama dalam membangun sistem pendampingan kesehatan ibu dan anak yang berbasis masyarakat.

 

Kepala Desa Pentadio Timur, Rahman Adam, S.H., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program BUSA-BALI BUMIL. Menurutnya, inovasi edukasi yang dikembangkan mahasiswa KKN-PK UNG memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya deteksi dini risiko tinggi kehamilan.

 

“Program BUSA-BALI BUMIL ini merupakan inovasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman keluarga tentang bagaimana mendampingi ibu hamil. Kami berharap Buku Saku dan Lembar Balik ini dapat terus dimanfaatkan oleh kader kesehatan, bidan desa, dan masyarakat sebagai media edukasi yang berkelanjutan,” ujar Rahman Adam.

 

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PK UNG, Ns. Indra, S.Kep., M.Kep., Ns. Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis, S.Kep., M.Kep., dan Riska Nuryana, S.ST., M.Kes., menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk implementasi ilmu kesehatan sekaligus kolaborasi dengan masyarakat dalam menjawab kebutuhan kesehatan di tingkat desa.

 

“Penguatan peran keluarga merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung kesehatan ibu dan anak. Melalui BUSA-BALI BUMIL, keluarga tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga memiliki pengetahuan untuk mengenali risiko dan membantu ibu hamil memperoleh pertolongan yang tepat,” ungkap DPL.

 

Menurutnya, keberlanjutan program menjadi bagian penting dalam implementasi kerja sama agar media edukasi yang telah dikembangkan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat meskipun kegiatan KKN-PK telah berakhir.

 

“Buku Saku dapat menjadi panduan praktis bagi keluarga, khususnya suami dan pendamping ibu hamil, sementara Lembar Balik dapat dimanfaatkan oleh bidan dan kader kesehatan dalam kegiatan edukasi masyarakat,” tambahnya.

 

Koordinator Desa (Kordes) KKN-PK UNG Desa Pentadio Timur, Ahmad Syarief Bin Zein Suweleh, menjelaskan bahwa BUSA-BALI BUMIL dirancang sebagai inovasi edukasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi kemungkinan risiko dan kegawatdaruratan kehamilan.

 

“Melalui program ini, kami berharap ibu hamil dan keluarga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai risiko kehamilan serta mampu mengambil langkah yang tepat ketika menemukan tanda bahaya. Pencegahan dapat dimulai dari keluarga sebagai lingkungan terdekat ibu hamil,” ujar Ahmad.

 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diisi dengan edukasi penggunaan Buku Saku dan Lembar Balik, diskusi bersama peserta, serta penguatan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin. Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai kondisi yang dapat ditemui selama masa kehamilan dan langkah yang perlu dilakukan ketika muncul tanda bahaya.

 

Implementasi kerja sama melalui program BUSA-BALI BUMIL menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dapat diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN-PK menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

 

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-PK UNG menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan ibu dan anak. Program tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan ibu hamil, tetapi juga memperkuat kapasitas keluarga sebagai mitra utama dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi.

 

Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesiapsiagaan keluarga, diharapkan keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya kehamilan dan memperoleh pertolongan dapat diminimalkan. BUSA-BALI BUMIL sekaligus menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama UNG dengan masyarakat Desa Pentadio Timur dalam mendukung penguatan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.