Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: TEKNIK SIPIL UNG SULAP IJUK MENJADI INOVASI EDUWISATA DI PESISIR OLELE
Umum
Umum 21 Aug 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: TEKNIK SIPIL UNG SULAP IJUK MENJADI INOVASI EDUWISATA DI PESISIR OLELE

Gorontalo-Implementasi kerja sama Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama mitra di Desa Olele, Kabupaten Bone Bolango, menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal untuk mendukung pengembangan kawasan pesisir. Melalui keterlibatan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNG, ijuk yang selama ini dikenal sebagai material lokal dikembangkan menjadi produk teknologi tepat guna yang terintegrasi dengan penguatan potensi eduwisata di kawasan Geosite Taman Laut Olele.

 

Implementasi tersebut menjadi bagian dari Program Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PPBW) Tahun Pendanaan 2026 yang kini memasuki tahapan monitoring dan evaluasi. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran Buku Panduan Tiga Paket Eduwisata Geosite Olele serta serah terima produk teknologi dan inovasi kepada kelompok masyarakat mitra.

 

Program yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Teknologi Green Curtain untuk Eduwisata Geodiversity di Geosite Taman Laut Olele Geopark Gorontalo” tersebut didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

 

Tim pelaksana diketuai oleh Dr. Sc. Yayu Indriati Arifin, M.Si., dengan anggota Dr. Ir. Yuliyanti Kadir, S.T., M.T. dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNG, serta Ninasatifri, S.S., M.T. dan Tri Handayani, S.Pd., M.Sc. dari Universitas Ichsan Gorontalo. Dalam pelaksanaannya, program melibatkan UMKM Bunga Desa pada sisi produksi dan Kelompok Usaha Wisata O'oLanga dalam pengembangan layanan wisata.

 

Kegiatan monitoring dan evaluasi diawali dengan pemaparan capaian program oleh ketua tim. Tahapan tersebut dilanjutkan dengan klarifikasi dan penilaian oleh Prof. Ningrayati Amali, Ph.D., selaku Ketua LPPM Universitas Negeri Gorontalo, serta peninjauan langsung terhadap penerapan teknologi di lapangan.

 

Pada tahun pertama pelaksanaan, tim telah menerapkan enam panel Green Curtain berbahan jaring ijuk pada tiga titik pilot di kawasan Olele. Panel tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media rambat tanaman, tetapi juga menjadi sarana demonstrasi teknologi yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari materi edukasi bagi wisatawan.

 

Implementasi kerja sama juga diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola produk berbasis ijuk. Tim mendampingi mitra dalam penerapan buku kas, kartu stok, perhitungan harga pokok produksi, SOP, serta kendali mutu terhadap tiga lini produk, yakni tali ijuk, jaring ijuk, dan panel Green Curtain.

 

Pendekatan tersebut dilakukan agar inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada pemberian teknologi, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas produktif yang mampu dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Dengan demikian, potensi bahan lokal dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

 

Selain pengembangan produk, implementasi kerja sama juga menyentuh aspek pengembangan layanan wisata. Tim meluncurkan Buku Panduan Tiga Paket Eduwisata Geosite Olele sebagai acuan operasional bagi Kelompok Usaha Wisata O'oLanga.

 

Tiga paket tersebut terdiri atas Geo Reef Discovery Olele, Green Coast Conservation Journey, serta Cultural & Community Experience. Setiap paket dilengkapi materi interpretasi, SOP pelayanan dan keselamatan, formulir reservasi, log perjalanan, hingga jalur keterhubungan dengan produk masyarakat.

 

Kehadiran paket tersebut diharapkan mendorong wisata bahari Olele berkembang menjadi eduwisata yang lebih terstruktur. Wisatawan tidak hanya menikmati aktivitas snorkeling dan diving, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai geodiversity singkapan batugamping Olele, konservasi terumbu karang dan biota laut, serta proses pemanfaatan ijuk lokal menjadi produk bernilai tambah.

 

Pada sisi produksi, penguatan teknologi ditandai dengan penyerahan Mesin Pemintal Tali Ijuk Sistem Ganda dan Alat Pembuat Jaring Ijuk Modular kepada UMKM Bunga Desa. Serah terima tersebut disertai transfer pengetahuan mengenai pengoperasian alat, keselamatan kerja, pengaturan proses produksi, pemeriksaan simpul dan mesh, proses finishing, hingga pemeliharaan peralatan.

 

Keterlibatan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNG menjadi salah satu bagian penting dalam implementasi program. Dr. Ir. Yuliyanti Kadir, S.T., M.T. terlibat pada aspek rekayasa, mulai dari perancangan dan pemeriksaan struktur rangka panel Green Curtain, penyusunan SOP dan kendali mutu produksi tali serta jaring ijuk, hingga penataan jalur, aksesibilitas, dan aspek keselamatan pada rute tiga paket eduwisata.

 

Sentuhan keilmuan Teknik Sipil membuat inovasi yang dihasilkan dapat diperiksa berdasarkan aspek teknis, termasuk keseragaman mutu tali dan jaring, kestabilan dan kelayakan pemasangan panel pada tiga titik pilot, serta kejelasan prosedur keselamatan bagi pengunjung.

 

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi Teknik Sipil tidak hanya diterapkan pada pembangunan gedung, jalan, dan konstruksi, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi teknologi tepat guna yang menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam konteks Olele, keilmuan rekayasa dipadukan dengan potensi material lokal dan pengembangan kawasan wisata untuk menghasilkan inovasi yang memiliki manfaat sosial dan ekonomi.

 

Program ini sekaligus memperlihatkan implementasi kerja sama yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah, kelompok masyarakat, pelaku usaha, dan pengelola wisata dalam satu ekosistem pemberdayaan. Masing-masing pihak memiliki peran dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal, pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas produksi, serta penguatan layanan eduwisata.

 

Pada tahun pertama, tim memfokuskan kegiatan pada pembangunan fondasi program melalui penerapan teknologi, pengembangan produk, penyusunan SOP, sistem pencatatan usaha, dan pembentukan paket eduwisata. Tahapan berikutnya diarahkan pada perluasan skala, konsistensi mutu, digitalisasi pemasaran, serta pengukuran dampak melalui perkembangan omzet, produktivitas bulanan, jumlah wisatawan pengguna paket baru, dan transaksi digital.

 

Bagi Fakultas Teknik UNG, implementasi kerja sama di Desa Olele menjadi contoh bagaimana kompetensi akademik dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Ijuk sebagai material lokal dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, sementara potensi geosite dan wisata bahari diarahkan menjadi pengalaman eduwisata yang lebih terstruktur.

 

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa keilmuan Teknik Sipil dapat hadir melampaui ruang kelas dan proyek konstruksi, dengan menghadirkan teknologi, standar teknis, serta solusi rekayasa yang mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan.