Gorontalo-Universitas
Negeri Gorontalo (UNG) dan Kepolisian Daerah Gorontalo (Polda Gorontalo)
memperkuat implementasi kerja sama melalui persiapan penyelenggaraan Pusat
Studi Kepolisian. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk
mempertemukan kekuatan akademik perguruan tinggi dengan pengalaman, kebutuhan,
dan tantangan yang dihadapi institusi kepolisian.
Implementasi kerja sama
tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UNG
dan Polda Gorontalo yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat UNG, Jumat (21/8/26).
Melalui kerja sama ini,
kedua institusi membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan penelitian, kajian
ilmiah, pendidikan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pusat
Studi Kepolisian nantinya diharapkan menjadi wadah kolaboratif untuk
menghasilkan kajian berbasis ilmu pengetahuan dan riset yang relevan dengan
berbagai persoalan keamanan, hukum, ketertiban, dan pelayanan publik.
Rektor UNG yang
diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr.
Harto Malik, M.Hum., menyambut baik implementasi kerja sama tersebut.
Menurutnya, penyelenggaraan Pusat Studi Kepolisian di UNG dapat memperkuat
kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan perspektif akademik terhadap
berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
“Ini menjadi sebuah
langkah strategis antara dunia akademik dan institusi kepolisian untuk
berkolaborasi dalam mengembangkan penelitian, kajian ilmiah, dan peningkatan
kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Harto menjelaskan,
melalui kolaborasi tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam
memberikan perspektif berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai persoalan
yang dihadapi masyarakat maupun institusi kepolisian. Sinergi antara UNG dan
Polda Gorontalo diharapkan dapat menghasilkan penelitian, kajian, dan
rekomendasi yang kuat secara akademik sekaligus memiliki manfaat praktis dalam
mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Pusat Studi Kepolisian
UNG nantinya diarahkan sebagai ruang pengembangan kajian berbasis pengetahuan
dan riset yang dapat menjawab kebutuhan institusi kepolisian maupun masyarakat.
Berbagai isu strategis, mulai dari keamanan, hukum, ketertiban, hingga
pelayanan publik, dapat dikaji melalui pendekatan multidisipliner dengan
melibatkan dosen, peneliti, mahasiswa, serta unsur kepolisian.
Sebagai bagian dari
implementasi kerja sama, UNG juga berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia
yang dimiliki universitas untuk mendukung penyelenggaraan pusat studi tersebut.
Dosen dan peneliti akan didorong untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan
penelitian, kajian, pendidikan, maupun program pengembangan kapasitas yang
nantinya dilaksanakan melalui Pusat Studi Kepolisian.
Kerja sama ini
sekaligus memperluas ruang implementasi Tridarma Perguruan Tinggi melalui
kolaborasi langsung dengan institusi kepolisian. Keterlibatan sivitas akademika
dalam pengembangan pusat studi diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara
pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan kebutuhan
pembangunan dan pelayanan publik.
“Kolaborasi UNG dan
Polda Gorontalo sekaligus menjadi bagian dari upaya universitas
mengimplementasikan konsep kampus berdampak melalui penguatan tiga pilar
Tridarma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat,” pungkas Harto.