Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: UNG DORONG SMART AQUAPONIC UNTUK KETAHANAN PANGAN BERGIZI DI DESA OMBULO
Umum
Umum 27 Aug 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: UNG DORONG SMART AQUAPONIC UNTUK KETAHANAN PANGAN BERGIZI DI DESA OMBULO

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat implementasi kerja sama melalui pengembangan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui penerapan teknologi Integrated Smart Aquaponic di Desa Ombulo sebagai upaya mendukung ketahanan pangan bergizi dan berkelanjutan.

 

Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UNG melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Ombulo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kolaborasi yang dibangun melalui program pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat terus dikembangkan bersama masyarakat.

 

Program pengabdian tersebut mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat Desa Ombulo melalui Integrated Smart Aquaponic Berbasis Green Technology untuk Mendukung Program Makan Bergizi Gratis Berkelanjutan.” Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdi UNG yang terdiri atas Faramita Hiola, S.Farm., M.Sc., Dr. Yoyanda Bait, M.DSi., dan Dr. Djuna Lamondo, M.Si.

 

Pelaksanaan program memperoleh dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.

 

Melalui program ini, UNG bersama masyarakat Desa Ombulo mengembangkan penerapan Integrated Smart Aquaponic, yakni sistem yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu kesatuan dengan memanfaatkan pendekatan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan.

 

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memberikan alternatif solusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan bergizi masyarakat. Selain menghasilkan komoditas perikanan, sistem aquaponik memungkinkan masyarakat membudidayakan tanaman secara terintegrasi sehingga sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.

 

Dalam pelaksanaan monev, tim LPPM UNG meninjau secara langsung perkembangan program, capaian kegiatan, serta penerapan teknologi Integrated Smart Aquaponic berbasis green technology yang dikembangkan bersama masyarakat Desa Ombulo.

 

Monitoring juga dilakukan untuk melihat efektivitas penerapan teknologi, keterlibatan masyarakat, serta peluang keberlanjutan program setelah periode pelaksanaan pengabdian berakhir. Hal ini penting agar hasil kerja sama dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.

 

Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan dan inovasi untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

 

“Melalui monev ini, kami ingin memastikan program yang dilaksanakan tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Inovasi yang dikembangkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Ombulo,” ujarnya.

 

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat perlu diarahkan pada kegiatan yang menghasilkan solusi konkret, sekaligus memiliki nilai keberlanjutan. Dengan demikian, kerja sama yang dibangun tidak hanya menghasilkan kegiatan dalam jangka pendek, tetapi dapat berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak lebih luas.

 

Pengembangan Integrated Smart Aquaponic di Desa Ombulo menjadi salah satu bentuk implementasi peran UNG dalam menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat memperoleh alternatif teknologi untuk mengembangkan sumber pangan yang efisien, ramah lingkungan, dan mendukung pemenuhan pangan bergizi.

 

Program ini sekaligus memperkuat komitmen UNG dalam membangun kemitraan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, inovasi, dan penyelesaian persoalan pembangunan. Kolaborasi yang dilakukan di Desa Ombulo diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan selama program berlangsung, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

 

Melalui semangat kampus yang berdampak, UNG terus mendorong agar hasil penelitian dan inovasi tidak berhenti di lingkungan akademik. Inovasi tersebut diimplementasikan bersama masyarakat melalui kerja sama yang produktif, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan, serta pembangunan desa yang berkelanjutan.