Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: UNG PERKUAT KURIKULUM DAN SISTEM PENILAIAN PPDS ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF
Umum
Umum 18 Aug 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: UNG PERKUAT KURIKULUM DAN SISTEM PENILAIAN PPDS ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF

Gorontalo-Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) memperkuat implementasi kerja sama akademik dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK UNHAS) melalui Workshop “Implementasi Kurikulum, Mapping Rotasi, dan Sistem Penilaian” Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif, Sabtu (15/8/26).

 

Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di UTC Damhil dan daring tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama FK UNG dan FK UNHAS dalam mendukung penguatan tata kelola dan mutu penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis. Kolaborasi diarahkan tidak hanya pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga pada penguatan sistem akademik yang menjadi fondasi penyelenggaraan PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif di FK UNG.

 

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari FK UNHAS, yakni Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. dr. Andi Muh. Takdir Musba, Sp.An-TI, Subsp.M.N.(K), Kepala Pusat Program Pendidikan Dokter Spesialis FK UNHAS Prof. dr. Firdaus Hamid, Ph.D., Sp.MK(K), MCE, serta Dosen PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNHAS Dr. dr. Haizah Nurdin, M.Kes., Sp.An-TI, Subsp.TI (K).

 

Dari FK UNG, kegiatan diikuti Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., Koordinator Program Studi PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif dr. Romdon Purwanto, Sp.An-KIC, serta dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FK UNG.

 

Implementasi kerja sama ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kolaborasi FK UNG bersama FK UNHAS dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola pendidikan dokter spesialis. Jika pada kegiatan sebelumnya penguatan diarahkan pada kapasitas dosen sebagai pendidik klinis, pada workshop kali ini kerja sama diperluas pada aspek implementasi kurikulum, pemetaan rotasi pendidikan, capaian kompetensi, dan sistem penilaian peserta didik.

 

Melalui workshop tersebut, FK UNG bersama FK UNHAS membahas penerapan kurikulum berbasis kompetensi pada Program Studi PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif. Pembahasan diarahkan untuk memastikan adanya keterkaitan yang jelas antara tujuan pendidikan, capaian kompetensi, proses pembelajaran klinis, struktur rotasi, hingga metode evaluasi yang digunakan untuk mengukur perkembangan kompetensi peserta didik.

 

Dosen PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNHAS, Dr. dr. Haizah Nurdin, M.Kes., Sp.An-TI, Subsp.TI (K), memberikan penguatan terkait implementasi kurikulum berbasis kompetensi, penyusunan mapping rotasi pendidikan dan capaian kompetensi, serta sistem penilaian peserta didik.

 

Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai berbagai instrumen penilaian yang dapat diterapkan dalam pendidikan dokter spesialis, mulai dari logbook, Entrustable Professional Activities (EPA), Workplace-Based Assessment (WPBA), Mini-CEX, DOPS, Case-Based Discussion (CBD), portofolio, hingga ujian.

 

Penggunaan berbagai instrumen tersebut dinilai penting karena proses penilaian pendidikan dokter spesialis tidak hanya mengukur penguasaan pengetahuan, tetapi juga kemampuan klinis, profesionalisme, pengambilan keputusan, serta kemampuan peserta didik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab klinis secara bertahap.

 

Selain sistem penilaian, kolaborasi FK UNG dan FK UNHAS juga diarahkan pada penyusunan mapping rotasi pendidikan. Pemetaan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tahapan rotasi memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai peserta didik.

 

Melalui pemetaan yang sistematis, FK UNG dapat membangun kesinambungan antara tahapan rotasi, pengalaman klinis, capaian kompetensi, serta metode penilaian yang digunakan. Hal ini diharapkan dapat menciptakan proses pendidikan yang lebih terarah, terukur, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi.

 

Sementara itu, Prof. dr. Firdaus Hamid, Ph.D., Sp.MK(K), MCE, memberikan pendampingan dalam penyusunan Draft Rencana Tindak Lanjut (RTL) Implementasi Kurikulum PPDS FK UNG, sekaligus penyusunan Draft Mapping Rotasi Pendidikan dan Sistem Penilaian Peserta Didik.

 

Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam implementasi kerja sama karena hasil kolaborasi tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan dan diskusi, tetapi diarahkan untuk menghasilkan rancangan yang dapat ditindaklanjuti oleh FK UNG. Berbagai masukan dan praktik yang dibagikan FK UNHAS kemudian disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik penyelenggaraan PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif di FK UNG.

 

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK UNG, Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., menyampaikan bahwa penguatan kurikulum, pemetaan rotasi, dan sistem penilaian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga mutu pendidikan dokter spesialis.

 

Menurutnya, implementasi kurikulum harus memiliki arah yang jelas agar setiap proses pembelajaran klinis memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kompetensi yang ditargetkan. Kolaborasi dengan FK UNHAS menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat sistem tersebut melalui pertukaran pengalaman dan pendampingan akademik.

 

Sementara itu, Koordinator Program Studi PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNG, dr. Romdon Purwanto, Sp.An-KIC, menilai workshop tersebut menjadi momentum penting dalam menerjemahkan kerja sama dengan FK UNHAS ke dalam langkah konkret pengembangan program studi.

 

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai kurikulum dan sistem penilaian, tetapi juga mulai menyusun langkah konkret yang dapat diterapkan dalam penyelenggaraan PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif di FK UNG,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kolaborasi dengan FK UNHAS memberikan kesempatan bagi FK UNG untuk belajar dari pengalaman institusi yang telah memiliki sistem penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis yang berkembang. Pengetahuan dan pengalaman tersebut selanjutnya menjadi bahan penguatan sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan FK UNG.

 

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi dosen dan tenaga kependidikan FK UNG untuk mengidentifikasi kebutuhan implementasi kurikulum, menyelaraskan pemetaan rotasi dengan capaian kompetensi, serta memastikan sistem penilaian mampu menggambarkan perkembangan kompetensi peserta didik secara objektif dan berkelanjutan.

 

Bagi FK UNG, implementasi kerja sama dengan FK UNHAS pada aspek kurikulum, mapping rotasi, dan sistem penilaian merupakan bagian dari upaya membangun fondasi akademik PPDS yang kuat. Hasil workshop ditargetkan menjadi dasar penyusunan tindak lanjut implementasi kurikulum, termasuk pemetaan rotasi pendidikan dan sistem penilaian peserta didik.

 

Kolaborasi bersama FK UNHAS diharapkan terus berkembang melalui pendampingan dan kerja sama akademik lainnya. Penguatan tersebut menjadi bagian dari komitmen FK UNG dalam membangun penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis yang berbasis kompetensi, terukur, berkelanjutan, dan selaras dengan standar pendidikan kedokteran.

 

Melalui implementasi kerja sama yang diarahkan pada penguatan sistem akademik, FK UNG terus memperkuat Program Studi PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif agar mampu menghasilkan dokter spesialis yang kompeten, profesional, dan siap memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.