Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: UNG TURUNAKAN 1.518 MAHASISWA KE 102 DESA, WUJUDKAN MISI GENERASI EMAS MELALUI KKN TEMATIK
Umum
Umum 05 Aug 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: UNG TURUNAKAN 1.518 MAHASISWA KE 102 DESA, WUJUDKAN MISI GENERASI EMAS MELALUI KKN TEMATIK

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali memperkuat implementasi kerja sama dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026. Sebanyak 1.518 mahasiswa diterjunkan ke 102 desa untuk mengambil bagian dalam upaya menjawab berbagai persoalan strategis masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia.

 

Mengusung tema “KKN Tematik Generasi Emas: Pencegahan Narkoba, Stunting, dan Penguatan Pangan Keluarga”, program pengabdian ini menjadi ruang kolaborasi antara UNG, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi masing-masing wilayah.

 

Sebanyak 1.518 mahasiswa tersebut didampingi oleh 220 Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dan ditempatkan di 102 desa yang tersebar di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Bone Bolango. Kehadiran mahasiswa di desa diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi melalui pelaksanaan program kerja, tetapi juga memperkuat sinergi perguruan tinggi dengan masyarakat dalam menangani berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa.

 

Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, para mahasiswa terlebih dahulu mengikuti coaching dan pelepasan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan KKN. Pembekalan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap tema, menyusun program kerja, serta mempersiapkan strategi pelaksanaan kegiatan bersama pemerintah desa dan masyarakat.

 

Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam tiga isu utama, yakni pencegahan narkoba, penanganan stunting, dan penguatan pangan keluarga, diarahkan agar program KKN memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

 

“Melalui tema yang diangkat, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa. Pendampingan dari DPL juga menjadi bagian penting agar seluruh kegiatan dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat,” jelas Rosbin.

 

Menurutnya, pelaksanaan KKN juga menjadi bentuk implementasi kerja sama yang mempertemukan kapasitas akademik UNG dengan kebutuhan pembangunan masyarakat. Mahasiswa membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di perguruan tinggi, sementara pemerintah desa dan masyarakat menjadi mitra dalam mengidentifikasi persoalan, menentukan kebutuhan, serta menjalankan program yang relevan.

 

Sementara itu, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan KKN sekadar sebagai kewajiban akademik, tetapi sebagai momentum untuk membangun kolaborasi dan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

 

Rektor meminta mahasiswa terlebih dahulu memahami karakteristik, potensi, dan kebutuhan masyarakat di lokasi masing-masing sebelum menjalankan program.

 

“Manfaatkan masa KKN ini dengan sebaik-baiknya untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Pahami tema dan program kerja, kemudian sesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing desa,” pesan Eduart.

 

Ia menegaskan, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari sejauh mana mahasiswa mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan menghadirkan manfaat yang dapat dilanjutkan setelah masa pengabdian berakhir.

 

“Jangan menyikapi KKN sebagai formalitas belaka agar tidak terasa memberatkan. Jalani dengan gembira, penuh semangat, dan rasa tanggung jawab. KKN adalah momentum untuk belajar langsung dari dinamika masyarakat, menimba pengalaman, sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan yang ada,” tegasnya.

 

Dengan waktu pengabdian selama 45 hari, 1.518 mahasiswa UNG diharapkan mampu menghadirkan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, DPL, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.

 

Melalui KKN Tematik Tahap II Tahun 2026, UNG terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat sekaligus mengimplementasikan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat daerah dan desa. Sinergi tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Generasi Emas Indonesia.