Gorontalo-Universitas Negeri
Gorontalo (UNG) terus memperkuat implementasi kerja sama dengan pemerintah desa
melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Salah satu bentuk
implementasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Tim Relawan Anti
Narkoba yang digelar mahasiswa KKN Tematik UNG di Kantor Desa Ayuhulalo, Selasa
(8/9/26).
Kegiatan ini menjadi bagian dari
sinergi UNG bersama Pemerintah Desa Ayuhulalo dalam mendorong terwujudnya Desa
Ayuhulalo sebagai Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba). Melalui program
tersebut, mahasiswa KKN Tematik UNG bersama masyarakat dan unsur terkait di
desa berupaya memperkuat pengetahuan, kepedulian, serta partisipasi masyarakat
dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Pelatihan tidak hanya diarahkan
untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba, tetapi juga mendorong
terbentuknya peran aktif masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan di
tingkat desa. Melalui keberadaan relawan, masyarakat diharapkan memiliki
kapasitas untuk melakukan edukasi, sosialisasi, serta membangun kepedulian
bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari
penyalahgunaan narkoba.
Dalam kegiatan tersebut, peserta
memperoleh materi dari dua pemateri. Salah satunya Lutfiani Labuga yang
memberikan penyuluhan mengenai pencegahan narkoba. Ia menjelaskan bahwa ancaman
penyalahgunaan narkoba dapat hadir di sekitar kehidupan masyarakat, baik
melalui lingkungan pergaulan maupun perkembangan media sosial.
Menurutnya, kondisi tersebut
membutuhkan keterlibatan masyarakat hingga tingkat desa. Semakin kuat
pengetahuan dan kepedulian masyarakat, semakin besar pula ruang pencegahan yang
dapat dilakukan untuk melindungi lingkungan dari ancaman penyalahgunaan dan
peredaran narkoba.
Pesan tersebut kemudian dirangkum
melalui semboyan “Cegah, Lawan, dan Laporkan”. Semboyan ini menjadi dorongan
bagi masyarakat agar tidak bersikap pasif ketika menemukan indikasi
penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
Para peserta juga diberikan
pemahaman bahwa menjadi relawan tidak cukup hanya dengan kepedulian. Terdapat
tiga hal utama yang perlu dimiliki, yakni niat, ilmu, dan aksi. Niat diwujudkan
melalui kepedulian terhadap lingkungan, ilmu melalui pemahaman mengenai bahaya
narkoba dan langkah pencegahannya, sedangkan aksi diwujudkan melalui
sosialisasi, edukasi, serta pendampingan kepada masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN
Tematik UNG, Dr. Heldy Vanni Alam, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa keberadaan
tim relawan diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat sebagai edukator
sekaligus sahabat bagi warga dalam membangun kesadaran mengenai bahaya narkoba.
“Keberadaan tim relawan diharapkan
dapat memperkuat peran masyarakat sebagai edukator sekaligus sahabat bagi
warga, khususnya dalam memberikan informasi dan membangun kesadaran mengenai
bahaya narkoba,” jelasnya.
Melalui implementasi kerja sama
tersebut, mahasiswa KKN Tematik UNG bersama Pemerintah Desa Ayuhulalo
diharapkan dapat membangun fondasi pencegahan narkoba yang tidak berhenti pada
pelaksanaan kegiatan, tetapi berlanjut melalui peran aktif tim relawan dan
masyarakat.