Update Terkini

Berita

KERJA SAMA BERBASIS INOVASI: UNG DUKUNG KESELAMATAN WISATAWAN DAN PEMANTAUAN HIU PAUS DI BOTUBARANI
Umum
Umum 24 Sep 2026 0 dilihat

KERJA SAMA BERBASIS INOVASI: UNG DUKUNG KESELAMATAN WISATAWAN DAN PEMANTAUAN HIU PAUS DI BOTUBARANI

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan inovasi teknologi melalui kerja sama dengan mitra daerah untuk mendukung keselamatan wisatawan dan pengelolaan wisata bahari berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pemasangan alat deteksi kualitas air dan alat deteksi objek di kawasan perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, pada Rabu (23/9/26).

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan riset yang didanai melalui skema RIIM BRIN-LPDP (multiyears), dengan melibatkan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bone Bolango sebagai mitra kerja sama. Riset tersebut diarahkan untuk menghasilkan data kondisi perairan secara berkelanjutan sekaligus mendukung pengelolaan aktivitas wisata bahari, khususnya wisata interaksi dengan hiu paus di Botubarani.

 

Pemasangan kedua perangkat ini ditujukan untuk mengumpulkan data kondisi perairan selama satu tahun dalam bentuk time series. Data tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai perubahan kualitas lingkungan laut, keberadaan berbagai objek di perairan, serta kondisi yang berkaitan dengan aktivitas wisata.

 

Melalui pemanfaatan teknologi ini, UNG bersama mitra berupaya menghadirkan dukungan informasi yang dapat dimanfaatkan wisatawan dan pengelola wisata dalam mempertimbangkan keamanan aktivitas snorkeling maupun diving bersama hiu paus. Informasi mengenai kualitas air dan keberadaan objek di perairan diharapkan menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum aktivitas wisata dilakukan.

 

Selain mendukung keselamatan wisatawan, riset ini memiliki potensi pemanfaatan yang lebih luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengelolaan sumber daya laut. Rekaman kondisi perairan yang dikumpulkan secara berkala dapat digunakan untuk mempelajari pola kemunculan hiu paus dan berbagai organisme laut lainnya di kawasan Botubarani.

 

Data tersebut juga diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pola kemunculan ubur-ubur yang pada kondisi tertentu dapat mengganggu kenyamanan wisatawan karena menyebabkan rasa gatal pada kulit. Melalui ketersediaan data kualitas air secara berkelanjutan, hubungan antara perubahan kondisi lingkungan perairan dan kemunculan organisme laut dapat dikaji lebih lanjut.

 

Tidak hanya berfokus pada kondisi lingkungan dan biota laut, sistem deteksi ini juga berpotensi menghasilkan informasi mengenai aktivitas manusia di kawasan perairan Botubarani. Berbagai objek yang dapat dipantau meliputi sampah plastik, material yang berasal dari aktivitas pertanian, kepadatan perahu wisata, aktivitas pengunjung, serta keberadaan berbagai hewan laut lainnya.

 

Tim peneliti UNG, Dr. Mohamad Hidayat Koniyo, S.T., M.T., menjelaskan bahwa teknologi deteksi objek memungkinkan berbagai objek dan aktivitas yang terlihat di perairan direkam dan diolah menjadi dataset untuk mendukung pengembangan penelitian berbasis data.

 

“Berdasarkan deteksi objek, seperti warna air laut, binatang yang bergerak dan terlihat, aktivitas wisatawan, dan lainnya, akan menghasilkan dataset yang bisa dikembangkan untuk penelitian klasifikasi hingga prediksi,” ujar Hidayat.

 

Ia menambahkan, pengumpulan dataset secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam pengembangan penelitian. Dengan tersedianya rekaman selama satu tahun, peneliti dapat menganalisis pola perubahan kondisi perairan dan objek yang terdeteksi dari waktu ke waktu.

 

“Melalui pengembangan lebih lanjut, data tersebut dapat diarahkan untuk membangun model klasifikasi maupun prediksi, termasuk mempelajari hubungan antara kondisi lingkungan laut dengan kemunculan hiu paus, ubur-ubur, maupun objek dan aktivitas lain di kawasan perairan Botubarani,” terangnya.

 

Melalui kolaborasi riset dan pemanfaatan inovasi teknologi ini, UNG bersama Disparpora Kabupaten Bone Bolango diharapkan dapat memperkuat dukungan data bagi pengelolaan wisata bahari. Hasil riset tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga berpotensi menjadi bahan pendukung bagi pengelola wisata dan pemangku kepentingan dalam memantau kondisi perairan, meningkatkan keselamatan wisatawan, serta mengembangkan wisata interaksi hiu paus yang berkelanjutan di Botubaran