Update Terkini

Berita

KKN TEMATIK II UNG IMPLEMENTASIKAN KERJA SAMA MELALUI INOVASI ES KRIM BERBAHAN BIJI TERATAI
Umum
Umum 08 Sep 2026 0 dilihat

KKN TEMATIK II UNG IMPLEMENTASIKAN KERJA SAMA MELALUI INOVASI ES KRIM BERBAHAN BIJI TERATAI

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong implementasi kerja sama melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hal tersebut diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II UNG di Desa Teratai, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, melalui pengembangan potensi pangan lokal berupa biji teratai menjadi produk es krim.

 

Inovasi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi Penguatan Pangan Keluarga dan Pencegahan Stunting yang berlangsung di Aula Kantor Desa Teratai, Senin (7/9/26). Kegiatan ini melibatkan Tim Penggerak PKK, Posyandu, Puskesmas, kader kesehatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat sebagai bagian dari kolaborasi dalam mendukung penguatan pangan keluarga dan pemberdayaan potensi lokal.

 

Pemanfaatan biji teratai menjadi es krim merupakan bentuk implementasi kegiatan KKN yang menghubungkan potensi sumber daya lokal dengan kebutuhan masyarakat. Bahan pangan yang selama ini belum banyak dikembangkan tersebut diolah menjadi produk yang lebih familiar dan menarik, sehingga memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang pemanfaatan pangan lokal secara lebih beragam.

 

Koordinator Desa KKN Tematik II Desa Teratai, Hamdan Bahmid, mengatakan mahasiswa terlibat secara langsung dalam proses pembuatan hingga pengolahan biji teratai menjadi produk es krim.

 

“Bentuk partisipasi dan keterlibatan utama kami adalah dalam pembuatan serta pengolahan biji teratai yang diolah menjadi es krim. Ini merupakan pertama kalinya produk es krim teratai diluncurkan di Desa Teratai,” kata Hamdan.

 

Menurutnya, pengembangan produk tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menggali potensi yang dimiliki Desa Teratai. Selain menghasilkan inovasi pangan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat mengenai alternatif pengolahan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

 

Pengembangan inovasi tersebut merupakan bagian dari program KKN Tematik II Desa Teratai yang mengusung tema “Optimalisasi Tatakelola Data Ekonomi-Pangan BUMDes untuk Penguatan Pangan Keluarga, Pencegahan Stunting dan Edukasi Anti-Narkoba di Desa Teratai, Tabongo.”

 

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Tematik II UNG didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Drs. Muhammad Rifai Katili, M.Kom., Ph.D., Alfian Zakaria, S.Si., M.T., dan Prof. Lanto Ningrayati Amali, S.Kom., M.Kom., Ph.D.

 

DPL KKN Tematik II Desa Teratai, Drs. Muhammad Rifai Katili, M.Kom., Ph.D., menjelaskan bahwa pengembangan potensi lokal merupakan salah satu bagian penting dalam pelaksanaan KKN. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk melaksanakan program, tetapi juga membangun kolaborasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di desa agar potensi yang tersedia dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.

 

“Potensi yang ada di desa perlu dikenali dan dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bagaimana mengolah potensi lokal sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan pangan keluarga,” ujarnya.

 

Implementasi kerja sama dalam kegiatan tersebut terlihat dari keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, kader kesehatan, Posyandu, Puskesmas, Tim Penggerak PKK hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan sekaligus membangun komunikasi dengan mitra di tingkat desa dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

 

Selain pengembangan inovasi pangan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari edukasi penguatan pangan keluarga dan pencegahan stunting. Masyarakat didorong untuk mengenali berbagai sumber pangan yang tersedia di lingkungan sekitar dan mengembangkannya menjadi produk yang dapat mendukung ketahanan pangan keluarga.

 

Melalui pelaksanaan KKN Tematik II, UNG berupaya memastikan kerja sama dan kolaborasi dengan masyarakat serta pemerintah desa tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui program yang menghasilkan manfaat nyata. Inovasi es krim berbahan biji teratai menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi lokal yang dikembangkan mahasiswa melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat.

 

Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat Desa Teratai untuk terus mengembangkan potensi pangan lokal secara kreatif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi UNG dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi-pangan di tingkat desa.