Gorontalo-Universitas Negeri
Gorontalo (UNG) melalui program Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi Merdeka Belajar
Kampus Merdeka (KKN MBKM) berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Hulawa,
Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, dalam mendorong transformasi layanan
publik berbasis digital, Sabtu (19/9/26).
Kolaborasi tersebut diwujudkan
melalui penguatan pemahaman dan kapasitas pemerintah desa dalam memanfaatkan
teknologi digital untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat yang lebih cepat,
transparan, dan akuntabel.
Salah satu bentuk implementasi
kolaborasi tersebut dilaksanakan melalui workshop bertajuk “E-Governance:
Inovasi Digital dalam Meningkatkan Layanan Publik”. Kegiatan ini mempertemukan
mahasiswa KKN MBKM, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda
Desa Hulawa untuk membahas peluang dan kebutuhan digitalisasi dalam
penyelenggaraan pemerintahan desa.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa
tidak hanya memperkenalkan teknologi sebagai perangkat pendukung pelayanan,
tetapi juga mendorong penerapan konsep e-governance sebagai pendekatan dalam
meningkatkan efektivitas pelayanan publik. Pemanfaatannya dapat diarahkan pada
pelayanan administrasi, pengelolaan data, hingga penyebaran informasi
pemerintahan desa kepada masyarakat.
Kolaborasi ini turut mendapat
penguatan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Juriko Abdussamad, M.Si., Dr.
Irawaty Igirisa, M.Si., dan Dr. Rustam Tohopi, S.Pd., M.Si. Pendampingan yang
diberikan mencakup pemahaman mengenai konsep smart village, pemanfaatan aplikasi
layanan desa, serta strategi pengelolaan data secara lebih efektif dan efisien.
Melalui kegiatan tersebut, UNG
berupaya menghubungkan pengetahuan dan kompetensi akademik mahasiswa dengan
kebutuhan nyata yang dihadapi Pemerintah Desa Hulawa. Sementara itu, pemerintah
desa menjadi mitra dalam mengidentifikasi kebutuhan pelayanan serta menentukan
bentuk inovasi digital yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi dan
kebutuhan masyarakat.
Kepala Desa Hulawa, Rustam Ake,
menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi
digital dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan berbagai bentuk pelayanan
administrasi pemerintahan desa, mulai dari pengurusan surat keterangan,
pencatatan kependudukan, hingga penyampaian informasi desa secara daring.
“Kami berharap inovasi ini dapat
meningkatkan kualitas layanan desa dan mendekatkan pemerintah dengan
masyarakat,” ujarnya.
Dukungan Pemerintah Desa Hulawa juga
diarahkan pada keberlanjutan hasil kolaborasi. Pemerintah desa menyatakan
komitmennya untuk mendukung pengembangan program melalui penganggaran serta
pelaksanaan pelatihan lanjutan bagi aparatur desa.
Dari proses diskusi dan pendampingan
yang dilakukan, UNG bersama Pemerintah Desa Hulawa turut merumuskan sejumlah
tindak lanjut. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan website desa,
pelaksanaan pelatihan secara berkala bagi perangkat desa, serta pembentukan tim
digital desa.
Tindak lanjut tersebut menjadi
bagian penting dari implementasi kolaborasi agar transformasi digital tidak
berhenti pada kegiatan workshop atau sosialisasi. Peningkatan kapasitas
aparatur dan penguatan sistem pengelolaan layanan digital diharapkan dapat
memastikan inovasi yang dikembangkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan
dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Bagi mahasiswa KKN MBKM, kolaborasi
ini juga menjadi ruang untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan
tinggi secara langsung dalam menjawab persoalan di masyarakat. Melalui
pendampingan dan transfer pengetahuan, mahasiswa berperan dalam membantu
mengidentifikasi kebutuhan serta mendorong inovasi yang dapat mendukung
peningkatan kualitas pelayanan publik di Desa Hulawa.
Kolaborasi UNG dan Pemerintah Desa
Hulawa tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan KKN MBKM dapat menjadi bagian
dari implementasi kemitraan perguruan tinggi dengan pemerintah desa. Kerja sama
tidak hanya diwujudkan melalui kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat, tetapi
juga melalui transfer pengetahuan, pendampingan, dan perumusan tindak lanjut
yang dapat memberikan manfaat bagi mitra.
Ke depan, pengembangan website desa,
peningkatan kompetensi aparatur, dan pembentukan tim digital diharapkan menjadi
fondasi bagi Desa Hulawa dalam membangun layanan pemerintahan yang semakin
adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.