Gorontalo-Kolaborasi
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dengan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie terus
diwujudkan melalui keterlibatan sumber daya akademik dalam mendukung kebutuhan
teknis pembangunan fasilitas kesehatan di Provinsi Gorontalo. Dalam
implementasi kerja sama tersebut, dua dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas
Teknik UNG dipercaya sebagai tenaga ahli dalam proses perencanaan pembangunan
bunker fasilitas RG Linac, Brachytherapy, dan CT Simulator di RSUD dr. Hasri
Ainun Habibie.
Keterlibatan dosen
Teknik Sipil UNG tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam
memberikan kepakaran profesional untuk mendukung perencanaan infrastruktur
kesehatan yang membutuhkan tingkat ketelitian dan aspek keselamatan teknis yang
tinggi. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan antara UNG
dan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, tetapi juga menjadi bentuk nyata pemanfaatan
kompetensi akademisi untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Implementasi kerja sama
tersebut berlanjut melalui pembahasan teknis yang dilaksanakan pada Rabu, 12
Agustus 2026, di kantor PT. Bayu Berlian Mandiri Consultant, Bekasi, Jawa
Barat. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pemantapan perencanaan pembangunan
bunker, khususnya dalam memastikan aspek struktur, kapasitas dukung fondasi,
kondisi tanah, hingga potensi likuefaksi telah diperhitungkan secara
komprehensif sebelum memasuki tahapan pembangunan.
Dua dosen yang
dipercaya memberikan kepakaran dalam proses tersebut adalah Kasmat Saleh Nur,
S.T., M.Eng., sebagai ahli struktur dan Dr. Ir. Fadly Achmad sebagai ahli
geoteknik RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Keduanya membawa kompetensi Teknik
Sipil UNG untuk memberikan pertimbangan teknis dalam perencanaan fasilitas
kesehatan yang memiliki kebutuhan struktur dan aspek keselamatan konstruksi
yang tinggi.
Dalam pembahasan
bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan PT. Bayu Berlian Mandiri selaku
konsultan perencana, tim ahli Teknik Sipil UNG memberikan sejumlah masukan agar
desain struktur atas dan bangunan bawah direncanakan sebagai satu kesatuan.
Integrasi tersebut menjadi penting karena beban yang bekerja pada struktur
harus dapat diteruskan menuju sistem fondasi secara aman dengan
mempertimbangkan kondisi tanah pada lokasi pembangunan.
Pada aspek struktur,
Kasmat Saleh Nur memberikan masukan terhadap konsep desain dan pembebanan
bangunan. Evaluasi dilakukan terhadap gaya yang bekerja pada struktur atas
hingga mekanisme penyaluran beban menuju fondasi. Pertimbangan tersebut
diperlukan untuk memastikan sistem struktur yang direncanakan memiliki tingkat
keamanan dan keandalan sesuai dengan kebutuhan bangunan bunker.
Sementara itu, pada
aspek geoteknik, Dr. Ir. Fadly Achmad memberikan telaah terhadap kondisi tanah
dasar, kapasitas dukung fondasi, serta potensi terjadinya likuefaksi.
Karakteristik tanah dan muka air tanah menjadi perhatian karena dapat
memengaruhi respons dan stabilitas fondasi, khususnya ketika struktur menerima
beban dinamis akibat gempa.
Pembahasan juga
menempatkan hasil investigasi geoteknik sebagai bagian penting dalam
pengambilan keputusan desain. Data penyelidikan tanah perlu terhubung dengan
perencanaan struktur sehingga parameter fondasi yang digunakan tidak hanya
memenuhi kebutuhan pembebanan bangunan, tetapi juga mempertimbangkan tingkat
keamanan berdasarkan karakteristik tanah dan potensi likuefaksi di lokasi
proyek.
Keterlibatan dua dosen
Teknik Sipil UNG ini menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama yang
memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi langsung terhadap
pembangunan fasilitas publik. Kompetensi akademik yang selama ini dikembangkan
melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan dapat diterapkan
dalam pekerjaan profesional yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi tersebut
juga menunjukkan relevansi kepakaran dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik
UNG dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur daerah. Keilmuan struktur dan
geoteknik yang menjadi bagian penting dalam pendidikan Teknik Sipil tidak
berhenti pada ruang akademik, tetapi dapat dimanfaatkan untuk memberikan
pertimbangan teknis dalam pembangunan fasilitas kesehatan berteknologi tinggi.
Pembangunan bunker
untuk fasilitas RG Linac, Brachytherapy, dan CT Simulator sendiri membutuhkan
perencanaan yang matang karena berkaitan dengan kebutuhan struktur, kondisi
tanah, serta aspek keselamatan bangunan. Karena itu, keterlibatan tenaga ahli
dari Teknik Sipil UNG menjadi bagian penting dalam proses pemantapan
perencanaan agar setiap aspek teknis dapat dipertimbangkan secara menyeluruh.
Bagi UNG, kolaborasi
dengan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi
sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan institusi profesional dalam
mendukung pembangunan. Melalui kepakaran dosen, UNG dapat memberikan kontribusi
nyata terhadap penyelesaian kebutuhan pembangunan daerah, khususnya dalam
pengembangan infrastruktur kesehatan.
Sinergi antara
akademisi UNG, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui RSUD dr. Hasri Ainun
Habibie, serta konsultan perencana diharapkan dapat menghasilkan perencanaan
bunker yang semakin komprehensif, aman, dan andal. Kolaborasi ini menjadi
gambaran nyata implementasi kerja sama UNG dengan mitra dalam menghubungkan
kapasitas akademik dengan kebutuhan pembangunan strategis di daerah.