Gorontalo-Sebagai wujud komitmen
dalam memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus memperluas kontribusi
perguruan tinggi terhadap pendidikan di daerah, Universitas Negeri Gorontalo
(UNG) kembali melaksanakan program UNG Mengajar Batch 10 di tiga wilayah
Provinsi Gorontalo, Senin (7/9/26).
Melalui program tersebut, UNG
menerjunkan sebanyak 1.108 mahasiswa dari 18 program studi kependidikan untuk
berkolaborasi secara langsung dengan sekolah-sekolah mitra. Kehadiran mahasiswa
diharapkan tidak hanya mendukung aktivitas pembelajaran, tetapi juga
menghadirkan gagasan, inovasi, dan kontribusi nyata sesuai kebutuhan
masing-masing sekolah.
Program UNG Mengajar Batch 10
dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Bone
Bolango. Selama kurang lebih empat bulan, para mahasiswa akan terlibat dalam
berbagai aktivitas pendidikan dan pembelajaran di sekolah mitra, sekaligus
membangun pengalaman kolaboratif bersama guru dan warga sekolah.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan
Pembelajaran (LPMPP) UNG, Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd., menjelaskan bahwa
pelaksanaan UNG Mengajar terus berkembang mengikuti perubahan kebijakan dan
arah pengembangan pendidikan tinggi.
Menurutnya, UNG Mengajar yang
sebelumnya menjadi bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),
kini semakin diarahkan untuk memperkuat semangat Kampus Berdampak. Dengan
pendekatan tersebut, keberadaan mahasiswa di sekolah diharapkan mampu
menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh sekolah dan
masyarakat.
“Artinya, kehadiran mahasiswa bukan
hanya untuk belajar di lapangan, tetapi harus benar-benar memberikan dampak
nyata bagi sekolah dan masyarakat,” jelas Prof. Elya.
Melalui UNG Mengajar Batch 10,
mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan
kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam situasi pembelajaran yang
nyata. Di sisi lain, sekolah mitra mendapatkan dukungan sumber daya dan gagasan
baru dari mahasiswa sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di lapangan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat
memperkuat berbagai aspek pembelajaran, khususnya pengembangan literasi,
numerasi, karakter peserta didik, serta penerapan pendekatan pembelajaran yang
inovatif dan relevan.
Lebih dari sekadar memberikan
pengalaman mengajar, program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami
secara langsung dinamika dan tantangan pendidikan di sekolah. Mahasiswa
dituntut mampu mengidentifikasi kebutuhan sekolah, beradaptasi dengan
lingkungan, berkomunikasi dengan guru dan peserta didik, serta merancang
kontribusi yang memberikan nilai tambah.
Dengan demikian, UNG Mengajar tidak
hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk
implementasi kolaborasi antara UNG dan sekolah dalam mendukung peningkatan
kualitas pendidikan di Provinsi Gorontalo.
Rektor UNG melalui Wakil Rektor
Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menegaskan
bahwa keterlibatan mahasiswa dalam UNG Mengajar merupakan salah satu bentuk
nyata kontribusi UNG dalam menjawab kebutuhan pendidikan di daerah.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya
hadir untuk membantu menjalankan aktivitas pembelajaran yang telah berlangsung
di sekolah, tetapi mampu memberikan nilai tambah melalui inovasi dan gagasan
baru.
“Kehadiran mahasiswa bukan hanya
untuk menggantikan peran guru yang ada di sekolah. Mahasiswa harus hadir
membawa inovasi, sistem, serta pendekatan baru yang kalian miliki untuk
memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran,” tegas Amir.
Pesan tersebut menjadi penekanan
penting dalam pelaksanaan UNG Mengajar Batch 10. Sebagai mahasiswa dari
berbagai program studi kependidikan, para peserta diharapkan mampu menjadikan
sekolah sebagai ruang belajar sekaligus ruang pengabdian.